May 26, 2018

Blue Detective, Jalankan Operasi Secara Profesional

Prabowo, Direktur Blue Detective (dok. INTELIJEN)


Prabowo, Direktur Blue Detective (dok. INTELIJEN)

INTELIJEN.co.id – Munculnya berbagai perusahaan detektif swasta menimbulkan persaingan di antara mereka. Untuk memberikan nilai lebih dari yang lain, Blue Detective mempunyai kemampuan mengungkap skandal korupsi perusahaan maupun menemukan seseorang yang hilang.

Penampilannya biasa saja, namun tatapannya tajam dan seluruh inderanya peka mengawasi keadaan di sekelilingnya. Sekilas, ia tak jauh beda dengan orang pada umumnya.

Ternyata, ia adalah anggota Blue Detective yang sedang menjalankan tugasnya.

Siang itu, lirikan matanya seakan tak mau lepas dalam sosok pria bertubuh gempal di area parkiran sebuah gedung kantor bertingkat di bilangan Sudirman.

Waktu datang silih berganti. Detik demi detik berlalu seiring batangan rokok dan air mineral yang tersimpan rapi di dashboard mobilnya.

“Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tapi justru di sini tantangannya,” kata Anton (nama samaran) salah seorang anggota Blue Detective ketika berbincang dengan INTELIJEN

Memang, tak terbayang lelahnya pekerjaan mengintai layaknya agen di film-film detektif, seperti yang dilakukan Anton. Ternyata, profesi itu benar-benar ada. Menurut Anton, sebenarnya profesi ini sudah dikenal sejak lama. Hanya saja, pemainnya masih bisa dihitung dengan jari.

“Belum banyak orang atau perusahaan yang terjun total di profesi ini,” jelas Anton.

Memang, menurut Anton, ada juga perusahaan jasa keamanan yang menyediakan jasa ini, namun banyak juga yang dilakukan peorangan.

Kliennya berasal dari kalangan perusahaan atau pun individu. Biasanya, kalau kliennya individu, kasusnya berupa perselingkuhan (kasus rumah tangga), pencarian orang hilang, atau hutang-piutang.

Sementara itu, dari kalangan perusahaan, umumnya kasusnya terdiri dari penipuan, pencurian yang melibatkan orang dalam, penipuan asuransi, riset data kompetitor, investigasi market, pemalsuan, korupsi, dan lainnya.

Menurut Anton, dalam sebuah pengintaian, semua persiapan harus matang. Mulai dari stamina hingga ke detail-detail kecil sekali pun. Umumnya, pengintaian ini dilakukan lebih dari satu orang. Atau setidaknya terdiri dari dua tim. Sementara itu, kendaraan yang digunakan pun tidak mencolok.

“Yang penting tidak menarik perhatian. Misalnya, kita pakai sedan mewah ke daerah yang kumuh, tentu tidak cocok kan. Atau, pakai mobil rongsokan ke daerah elit. Ya, itu semua harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” jelasnya.

Belum sempat INTELIJEN berbincang agak lama, mobil Anton dipacu cukup kencang mengikuti arah mobil yang telah menjadi intaiannya. Cara mengikutinya pun sangat tidak kentara. Kadang-kadang mobil Anton di belakang, di depan atau pun berjarak satu mobil dengan target.

Anton pun berkoordinasi dengn tim lainnya yang sudah bergabung dalam jaringan mereka untuk sang target.

“Kita sudah menyiapkan tim masuk dalam bisnis mereka,” ungkapnya.
Menurut Anton, Blue Detective sedang mendapatkan tugas dari klien terkait korupsi di perusahaan. Ada indikasi pelakunya dari kalangan pejabat perusahaan tersebut. Adapun kasusnya manipulasi data pengiriman, pembelian dan penjualan barang.  

Mobil target belok ke arah hotel di kawasan Mega Kuningan dan berhenti di depan lobi hotel. Nampak pria berdasi menuju restoran di hotel restoran tersebut. INTELIJEN pun berusaha turun dari mobil Anton dan mengawasi target Blue Detective dari jarak yang cukup jauh.

Kerja Blue Detective sangat rapi, di antara mereka tidak ada kecurigaan, padahal agen Blue Detective yang merekam setiap gerak para pejabat perusahaan yang terindikasikan melakukan korupsi.  

Tiba-tiba Anton menelpon ponsel INTELIJEN untuk segera ke tempat parkir mobil. Tidak kurang lima menit INTELIJEN bertemu Anton di dalam mobil.

“kita akan tinggalkan tempat ini, karena tim Blue Detective sudah bekerja. “Besok Anda akan kami ajak bersama tim Blue Detective mencari seseorang yang telah hilang,” ungkap Anton.

Masih di dalam mobil Anton mengungkapkan kasus korupsi di sebuah perusahaan dibutuhkan waktu yang cukup lama. hal ini karena harus memasukkan tim Blue Detective dalam perusahaan tersebut.

“Kita pernah menyelesaikan kasus korupsi dalam waktu tiga bulan. Tentunya dalam kasus seperti ini Detective Blue menurunkan tim ahli bidang ekonomi maupun yang mempunyai keahlian seperti di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” kata Anton.   

Apa yang dikatakan oleh Anton dibenarkan Direktur Utama Blue Detective Prabowo Kumara bahwa timnya memiliki kemampuan mengaudit dan bekerjasama secara profesional dengan beberapa bank untuk mengetahui rekening seseorang yang menjadi target.

“Tim kami bukan untuk mengambil peran lembaga terkait tapi kami bekerja secara profesional. Dan kalaupun ada lembaga manapun meminta bantuan pada Blue Detective. Kami siap membantunya,” kata Prabowo

Kata Prabowo, kemampuan yang dimiliki anggota Blue Detective karena mereka memiliki kemampuannya di bidang masing-masing.
“Anggota kami ada yang dari anggota intelijen ataupun bekerja di lembaga keuangan,” katanya.

Menurut pengakuan Prabowo sekarang ini, Blue Detective sedang menangani kasus korupsi perusahaan di Jawa Timur maupun mendeteksi adanya persaingan di antara dua perusahaan.

“Kebetulan klien kami merasa dirugikan dengan merk dagang tertentu. Kalau dilihat secara fisik produknya hampir mirip bahkan konsumen bisa terkecoh. Kemunculan produk ini merugikan penjualan di pasaran,” kata Prabowo.

Terkait kasus seperti ini dan sebelum masuk ke ranah hukum, tugas Blue Detective mengumpulkan beberapa data yang bisa menguatkan nantinya di pengadilan. Selain itu, Blue Detective pun bisa memberikan saran selayaknya konsultan.

Waktu menunjukkan jam 5 sore, mobil Anton berjalan cukup pelan mengikuti padatnya arus lalu lintas Jakarta. Sambil diselilingi obrolan ringan, nampak beberapa tumpukan kertas atau dokumen tertata rapi di tasnya yang sedikit terbuka.

Tasnya berisi banyak dokumen terkait kasus dari berbagai klien. INTELIJEN berusaha melihat dokumen tersebut, tapi dilarang karena menurut Anton dokumen ini bagian dari rahasia perusahaan.

Pencarian Orang

Keesokan harinya INTELIJEN diajak tim Blue Detective untuk mencari kekasih dari seorang klien yang sudah lama hilang. Padahal kekasihnya mau dijadikan istri.

Saking cintanya Budi (nama samaran) rela menyewa agen swasta mencari kekasihnya, Camila (juga nama samaran). Bisa dikatakan pencariannya seperti acara reality show di televisi swasta.

Investigasi pertama kali adalah mendatangi kantor Camelia yang dulu tempat dia pernah bekerja. Pada awalnya tim Blue Detective dicurigai dari kantor Camelia pernah bekerja.

Tim Blue Detective pun mencoba masuk dengan membujuk resepsionis dengan alasan ala kadarnya namun kata resepsiones tersebut sudah raib dan terhapus.

Tim Blue Detective pun keluar dari kantor dan menanyakan kepada satpam, tapi satpam tidak mengetahui keberadaan Camelia.

Secara kebetulan salah seorang anggota Blue Detective berpapasan dengan karyawan yang lalu lalang, dan menanyakan perihal keberadaan Camelia. Dengan spontan salah seorang karyawan mengatakan tidak mengetahui keberadaan Camelia.

Penyelidikan dilanjutkan ke tempat kos Camelia di mana dulu klien Blue Detective  semasa berpacaran sering main ke sana. Tim Blue Detective berhasil bertemu dengan induk semang kost yang dulu pernah dipergunakan oleh Camelia ketika masih bekerja.

Ibu kost mengatakan Camelia sudah lama keluar dari kost itu dan menunjukkan barang berupa tagihan kartu kredit berjumlah empat amplop karena tagihannya masih menggunakan alamat yang kost yang lama.

Investigasi pun dilakukan untuk mencari jejak si Camelia dengan membuka amplop tagihan kartu kredit tersebut. Dari seluruh transaksi didapati tempat yang dulu Klien dan Camelia pernah kunjungi ketika masih berpacaran. Akhirnya tim Blue Detective menemukan banyak transaksi di salon X

Selanjutnya tim Detective Blue mendatangi salon X. Berdasarkan informasi dari salon tersebut Camelia sudah sangat familier di salon tersebut karena Camelia berparas cantik dan tinggi.

Kemudian tim Blue Detective memperoleh informasi baru bahwa si Camelia sepuluh  hari yang lalu datang bersama temannya yang ternyata beralamat di luar kota. Tanpa pikir panjang tim pun bergerak menuju alamat yang didapat.

Tidak lama kemudian Blue Detective berhasil menemukan alamat yang dimaksud dan rumahnya terlihat sepi dengan mobil berwarna silver. Mereka berhasil menemui sang pembantu . Tim Detective Blue pun menanyakan.

“Permisi….. mau ketemu dengan Camelia.”
“Oh mbak Camelia iya ada… silakan tunggu sebentar.”

Seorang Perempuan pun keluar… tapi bukan Camelia yang dimaksud tetapi orang lain, dan menanyakan kepada tim Blue Detective.

“Mau cari siapa?”

“Kami bisa bertemu dengan mbak Camelia?”
“Camelia… tidak ada yang namanya Camelia di sini.”

Selang beberapa jam kemudian. Kecurigaan tim Blue Detective pun benar adanya. Nampak pembantu rumah tangga keluar dengan menengok kiri-kanan memastikan bahwa kondisi sudah aman.

Tim Blue Detective mengamati dari luar dan benar si cantik Camelia pacar yang hilang dari klien tersebut muncul dan bergegas keluar dari rumah dan buru-buru masuk kedalam mobil sedan berwarna silver.

Tim Blue Detective langsung mengikuti dari belakang kemana mobil yang akan membawa Camelia itu berhenti.

Ternyata mobil yang membawa Camelia tersebut berhenti di depan rumah yang megah dan sudah ada mobil sedan berwarna hitam yang menyambutnya.

Camelia pun keluar dengan terburu-buru dan tampak sosok lelaki yang keluar dari mobil hitam tersebut. Mereka pun saling berangkulan dan sangat mesra sekali. Blue Detective dengan peralatan perekam yang canggih merekam semua kejadian tersebut.

Dari sinilah Blue Detective bisa menyerahkan semua data-data ke pihak klien. Kalau pihak klien belum puas dengan hasil yang kami dapatkan kami akan memberikan bukti lainnya.

“Kebanyakan klien kami begitu puas dari data investigasi yang kami lakukan, “ ungkap salah satu agen Blue Detective. (repro INTELIJEN)

Share Button