March 25, 2019

Bilang Politisi Oposisi Jokowi Pilih jadi Bego, Budiman Sudjatmiko Disemprot Jubir BPN Prabowo-Sandi

Budiman Sudjatmiko (lampungco)


intelijen – Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko kembali berulah dengan “menyerang” politisi kubu oposisi Joko Widodo. Dengan kata-kata kasar mantan tokoh PRD ini menyebut politisi oposisi memilih menjadi bego (bodoh) untuk tampil beda dari Jokowi.

“Pemilu adalah soal memilih dan dipilih. Untuk bisa dipilih, seseorang/sekelompok orang harus tampil beda dari lawannya. Mereka tampaknya sungguh-sungguh berusaha beda dari @jokowi. Cara yang tersisa untuk beda dengan Jokowi (bagi mereka) adalah dengan…menjadi bego,” tulis Budiman di akun Twitter @budimandjatmiko.

Serangan kasar Budiman itu diladeni juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini. Di akun @FaldoMaldini, mantan Ketua BEM UI ini menegaskan: “Anggota DPR bilang rakyat sendiri menjadi bego. Ini tidak layak disampaikan oleh seorang anggota parlemen, Mas. Gajimu dari pajak kami loh. Mungkin karena terlalu asik, kamu lupa etika parlemen.”

Seperti berbalas pantun, Budiman dan Faldo terlibat twitwar panjang. Perdebatan bergeser, kata kunci “pembayar pajak” yang disebut Faldo, menjadi tema debat. Kata Budiman, pilihan politisi yang oposan terhadap Jokowi yang menjadi korbannya adalah pembayar-pembayar pajak.

@FaldoMaldini pun menimpali: “Hehehe jangan marah-marah Mas Bud, politisi yang jadi bego yang Mas bilang itu kan semuanya pembayar pajak. Jadi, saya lagi bicara soal perlindungan hak politik untuk semua warga negara. Ga dukung petahana= Jadi bego, kan ga tepat.. Ayo belajar berargumen lagi.”

Menanggapi cuitan @FaldoMaldini, Budiman menyatakan, bahwa ada dua pilihan untuk jadi beda dengan Jokowi. Yakni, 1. Jadi unik dengan menawarkan agenda yang lebih cerdas dari Jokowi. 2. Jadi unik dengan memilih menjadi bego. Budiman menyatakan yang digugat adalah point kedua.

“Justru itu yang saya kritisi. Seolah kategori itu cuma berlaku pada yang beda dengan petahana, yang sama dengan petahana sudah pasti cerdas semua? Yang kedua, etikanya, mau jadi cerdas atau jadi bego, tugas negara harus pastikan hak politik semua warganya terlindungi, bukan malah dihakimi,” balas
@FaldoMaldini.

Membalas penegasan @FaldoMaldini, @budimandjatmiko mulai keluar kontek debat, dengan menyerang cara berpikir Faldo. “Lho tugasku MENGALAHKAN kalian dalam pemilu. Kok malah minta dididik?..Gimana sih cara berpikirmu? Belajar lagi,” tulis @budimandjatmiko.

Faldo pun mengunci serangan @budimandjatmiko: “Oke, di sini kita jelas berbeda. Tugas kami memenangkan hati dan pikiran publik, bukan untuk mengalahkan siapa-siapa. Loyalitas pada values, bukan orang.”

Share Button

Related Posts