March 22, 2019

“Bermental Militeristik, Jokowi Manfaatkan TNI untuk Kepentingan Pribadi”

Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (ist)


intelijen – Peraturan Presiden (Perpres) tentang Perluasan Kewenangan TNI, di mana diatur tugas TNI menjaga keamanan, akan mengembalikan TNI seperti pada era Orde Baru.

Penegasan itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (28/10). “Ini Peraturan Presiden, tentunya atas inisiatif Presiden Jokowi dan saran-saran orang terdekatnya. Perpres ‘perluasan kewenangan TNI’ menjadi sinyal bahwa TNI dimanfaatkan penguasa untuk menghadapi orang-orang yang dianggap melawan penguasa,” tegas Huda.

Menurut Huda, Perpers itu menjadi bukti adanya kemunduran di era reformasi dan demokrasi. “Jokowi itu Presiden sipil tetapi mentalnya militeristik dan mau memanfaatkan TNI untuk kepentingan pribadinya,” ungkap Huda.

Kata Huda, ada kemungkinan Jokowi menginginkan stabilitas keamanan dalam negeri dengan memanfaatkan TNI untuk mengawal pembangunan. “Cara Jokowi memanfaatkan TNI untuk pembangunan saja sudah salah. Sudah bukan jamannya lagi TNI bertugas untuk keamanan. Keamanan itu tugasnya kepolisian,” papar Huda.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang perluasan kewenangan TNI terus menguat.

“Kami mendesak Presiden Jokowi tidak menandatangani draf Perpres yang memberi kewenangan baru bagi TNI dalam fungsi keamanan. Mengingat itu bertentangan dengan TAP MPR, UU Pertahanan, dan UU TNI,” ujar juru bicara dari Koalisi Masyarakat Sipil (KMS), Poengky Indarti, di kantor Imparsial, Kamis (22/10).

Red

Share Button

Related Posts