October 20, 2018

Beredar Video Kim Jong-un Menangis karena Ekonomi Korut Kacau

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. | (Reuters)


intelijen – Sebuah video menunjukkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menangis karena ekonomi negaranya kacau. Video itu beredar sejak April lalu di internal Partai Buruh Korut.

Mengutip laporan Asahi, Kamis (31/5/2018), diktator muda itu dilaporkan mengeluarkan air mata frustrasi atas lambatnya laju reformasi ekonomi di negaranya.

Pemandangan itu dianggap aneh oleh pembelot Korut. Sebab, Kim Jong-un selama ini digambarkan sebagai pemimpin “bertangan besi” dari generasi ketiga Kim. Bagi pendukungnya, sosok Kim bahkan dihormati layaknya dewa.

Menurut laporan media Jepang tersebut, Kim Jong-un dalam video terlihat sedang berdiri di bentangan garis pantai yang tidak diketahui lokasinya. Dia menatap ke arah cakrawala dengan air mata menetes di pipinya.

Seorang narator dalam video yang beredar menjelaskan bahwa pemimpin Korea Utara itu putus asa karena ketidakmampuannya merombak ekonomi negaranya secara radikal untuk membuat negara itu menjadi kuat.

Meski demikian, pembelot yang identitasnya tak diungkap Asahi, mencurigai bahwa tangisan Kim Jong-un sebagai taktik propaganda licik untuk meyakinkan bawahannya agar bekerja lebih keras agar tidak membuatnya menangis.

Rezim Kim Jong-un telah dihantam sanksi ekonomi secara besar-besaran oleh PBB, Amerika Serikat dan sejumlah negara. Rentetan sanksi telah dijatuhkan sebagai respons atas uji coba rudal balistik dan senjata nuklir yang berulang kali.

Rentetan sanksi itu kemungkinan besar sebagai penyebab kacaunya ekonomi Korut.

Kebijakan inti Kim Jong-un sebagai seorang pemimpin Korut sejatinya adalah mengejar pembangunan ekonomi dan senjata nuklir. Tapi, tetapi sekitar pergantian tahun 2018, dia menyatakan bahwa program senjata nuklirnya telah selesai.

Sosok pemimpin muda Pyongyang ini sulit diprediksi. Dia pernah menyatakan komitmennya untuk mewujudkan denukliriasi Semenanjung Korea. Namun, para pejabat Korut juga kerap membuat penegasan bahwa rezim Pyongyang tidak akan menyerahkan senjata nuklirnya.

Sebaliknya, laporan baru dari CIA mengatakan Kim Jong-un hanya ingin berbisnis dengan AS. Laporan yang dilansir CNBC mengungkap keinginan pemimpin muda itu untuk berbisnis burger, termasuk membukanya di dalam negeri.

Share Button

Related Posts