December 10, 2018

Bentrok dengan Rusia, Ukraina Bersiap Umumkan Darurat Militer

Tentara Ukraina (ist)


intelijen – Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan pihaknya akan mengumumkan darurat militer setelah kapal-kapal militernya bentrok dengan militer Rusia di Laut Hitam hari Minggu. Dalam bentrok di pantai Crimea, pasukan Moskow menembaki dan menangkap tiga kapal Angkatan Laut Kiev.

Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (NSDC) Ukraina telah mendukung deklarasi darurat militer selama 60 hari. Usulan Presiden Poroshenko ini sedang diajukan ke parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, untuk mendapat persetujuan akhir.

Pemimpin Ukraina mengatakan Kiev tidak berencana untuk melakukan operasi penyerangan jika darurat militer diberlakukan.

Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan, Poroshenko mengatakan bahwa Kiev telah meminta NATO dan Uni Eropa untuk mengkoordinasikan tindakan militer Kiev untuk memastikan perlindungan Ukraina.

“Kami menyerukan kepada seluruh koalisi internasional pro-Ukraina; kita harus menyatukan upaya,” kata Poroshenko.

Dia akan membahas langkah-langkah lebih lanjut dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada hari Senin (26/11/2018). Menurutnya, pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara sekutu Ukraina juga telah direncanakan digelar hari Senin.

Poroshenko berusaha meyakinkan publik bahwa keputusan Kiev untuk memberlakukan darurat militer tidak akan melanggar hak dan kebebasan warganya. Menurutnya, militer Kiev hanya akan melakukan tindakan defensif untuk melindungi wilayah dan rakyatnya.

Dia mengklaim bahwa penerapan darurat militer tidak akan memengaruhi kebuntuan di Lugansk dan Republik Donetsk yang memisahkan diri dari Ukraina.

Share Button

Related Posts