February 17, 2019

Bencana Tsunami, Pakar Hukum: Jokowi yang Mundur! Salah jika Kepala BMKG yang Didesak Mundur

Joko Widodo (gelora)


intelijen – Belum tuntas penanganan bencana tsunami di Palu dan Donggala, bencana tsunami kembali melanda pesisir perairan Selat Sunda.

Nama Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati kembali disebut sebagai orang yang paling bertanggungjawab terkait peringatan dini tsunami. Bahkan Dwikorita kembali didesak mundur oleh sejumlah pihak.

Pakar hukum Ach. Supyadi menyesalkan desakan sejumlah pihak agar Dwikorita mundur dari kursi Kepala BMKG. Menurut Supyadi, bencana tsunami bukan tanggungjawab sepenuhnya Kepala BMKG. Justru yang bertanggungjawab penuh adalah Presiden Joko Widodo.

“Salah menurut saya jika Kepala BMKG yang disuruh mundur, seharusnya Jokowi yang mundur, karena bencana sunami yang harus bertanggung jawab bukan hanya Kepala BMKG, tapi Presiden juga harus bertanggung jawab untuk keselamatan rakyatnya, lihat sikap Jokowi,” tegas Supyadi di akun Twitter @adv_supyadi.

@adv_supyadi melampirkan link tulisan yang dirilis pada 03 Oktober 2018. Diberitakan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR, Wakil Ketua Komisi V Lasarus mendesak Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mundur dari jabatannya.

Desakan itu berkaitan dengan pencabutan peringatan dini tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Saat itu, Dwikorita menjelaskan BMKG tak pernah mencabut peringatan sebelum tsunami terjadi. “Kesalahan kami sudah menganilisis. Begitu kami mengakhiri peringatan dini pada 18.27 WIB, itu langit sudah gelap. Saya minta staf saya potret itu kapal (bersandar). ‘Maaf bu, tidak ada cahaya’. Itu sudah tidak ada cahaya dan itu sudah kami akhiri,” jelas Dwikorita seperti dikutip detik.com (03/10).

Dwikorita menambahkan: “Ternyata video yang beredar ada tsunami itu mohon dicek itu langit masih terang. Masih ada lembayung maghrib. Yang jadi kesalahan video itu beredar setelah kami mengeluarkan pengkahiran peringatan dini. Itu sangat dipahami karena orang yang panik memvideokan itu pasti perlu waktu menenangkan diri dan menyebarkan video. Sehingga publik menyimpulan peringatan tsunami diakhiri kemudian muncul video. Pelajarann penting yang harus dievalusi adalah jalur komunikasi.”

Share Button

Related Posts