December 19, 2018

“Bela Nasib Keluarga Korban KM Sinar Bangun, Aksi Ratna Sarumpaet Perjuangan Kemanusiaan”

Luhut Panjaitan dan Ratna Sarumpaet (pojoksatu)


intelijen – Sikap berani dan lugas aktivis perempuan Ratna Sarumpaet yang menentang penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba semakin heroik.

Apalagi setelah berdebat dengan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan di Posko Basarnas, Ratna “dilecehkan” Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan.

Seperti dikutip detikcom (03/07), Budiawan secara berseloroh meminta Ratna Sarumpaet yang menyelam di Danau Toba. “”Jangan banyak omong. Kalau hanya ngomong, semua orang bisa. Bu Ratna saja yang nyelam ,” kata Budiawan.

Pernyataan Budiawan ini disesalkan banyak pihak. Juru bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi, turut mempertanyakan sikap Kepala SAR Medan itu. “Apakah etis respons seperti? Ke mana empati penyelenggara negara?” tanya Farid di akun Twitter @farid_wajdi70.

Farid Wajdi, menyoal respons negara yang minim empati, bukan soal kemampuan teknis manusia. “Masalah utamanya bukan soal kemampuan teknis manusia, tapi lebih pada respons negara dan aparatnya yang terasa nirkeberpihakan dan minim empati pada korban/keluarganya,” tegas @farid_wajdi70, menanggapi akun @arifdadot.

Pernyataan keras juga dilontarkan kriminolog Mustofa Nahrawardaya. “Dahsyat mental aparat kita dalam melayani komplin,” tulis Mustofa di akun @NetizenTofa.

Di mata mantan staf khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu, sikap tegas Ratna Sarumpaet merupakan perjuangan kemanusiaan.

“Kalau tidak mampu ikut perjuangkan nasib keluarga korban Danau Toba seperti yang dilakukan oleh Ibu @RatnaSpaet minimal Anda tidak menyalahkan apalagi memaki ybs karena menurut saya perjuangan Bu Ratna adalah perjuangan kemanusiaan,” tegas Said Didu di akun @saididu menanggapi pernyataan netizen.

Share Button

Related Posts