December 11, 2018

Banyak Berita Palsu di Facebook? Ternyata Ini Motifnya

Facebook (ist)


intelijen – Penyebaran berita palsu atau hoax di Facebook sedang menjadi sorotan. Berita palsu, apalagi jika berisi konten politik, tidak hanya menyesatkan persepsi publik, tapi memicu kebencian dan kekerasan pada suatu golongan.

Bila sepintas diperhatikan, berita-berita palsu kerap bermotif politik untuk mendiskreditkan tokoh atau partai politik tertentu. Tapi, CEO Facebook Mark Zuckerberg menyebut kasus demikian belum tentu bermotif politik.

“Perlu dicatat, banyak berita palsu di Facebook ternyata bermotif ekonomi, bukan dimotivasi oleh politik,” ucapnya di hadapan Parlemen Eropa di Brussel, Belgia, Selasa (22/5/2018) waktu setempat.

Zuckerberg menilai, cara demikian serupa dengan spam yang menyebar di e-mail agar diklik korbannya. Ia pun mengungkapkan cara melarang mencari uang dengan cara demikian di Facebook.

“Untuk melakukannya, kami mencekal situs-situs yang terus menayangkan berita palsu supaya tak memakai produk iklan kami untuk mencari uang,” ucapnya.

“Kami juga memblokir berita-berita yang sekadar sensasional dan bersifat clickbait, serta mengurangi distribusi cerita dan news feed yang telah ditandai sebagai palsu oleh pemeriksa fakta dari pihak ketiga,” lanjut Zuckerberg.

Zuckerberg turut mengakui bahwa pihak Facebook terlambat mengantisipasi intervensi negara lain lewat platform tersebut.

“Kami sempat tidak siap melawan serangan informasi sesat yang terkoordinasi. Sejak itu, kami membuat investasi signfikan untuk melindungi integritas pemilu agar intervensi sulit terjadi lewat Facebook,” jelasnya.

Share Button

Related Posts