March 26, 2019

Bantu Eddy Sindoro Kabur, Pegawai AirAsia Terima 'Rezeki' Rp 20 Juta

Tipikor (ist)


intelijen – Duty Executive PT Indonesia Air Asia Yulia Shintawati mengaku pernah menerima uang sebesar Rp 20 juta sebagai jasanya untuk membantu eks petinggi Lippo Group Eddy Sindoro melewati Bandara Soekarno Hatta tanpa melewati imigrasi. Yulia mengaku sudah mengembalikan uang tersebut ke KPK.

“Saya dapat Rp 20 juta, Pak. Saya kaget, saya sempat nanya ke Bowo, ‘kok banyak?’ Dia bilang ‘rezeki’. Ya sudah aku tidak berpikiran yang lain,” kata Shinta di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dilansir Antara, Kamis (20/12).

Shinta bersaksi untuk terdakwa Lucas yang didakwa membantu pelarian Eddy Sindoro selaku terdakwa dugaan tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak 2016.

Bowo yang dimaksud adalah Ground staff Air Asia Dwi Hendro Wibowo. Dalam dakwaan disebutkan bahwa Bowo dan Shinta menjemput Eddy, Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie, warga negara Singapura yang merupakan kawan Eddy dan Michael Sindoro (anak Eddy) dari Kuala Lumpur di depan pesawat menggunakan mobil AirAsia langsung menuju Gate U8 terminal 3 tanpa melalui pemeriksaan imigrasi, dimana Staff Customer Service Gapura M Ridwan telah mempersiapkan “boarding pass” mereka.

Berkat penjemputan tersebut, Eddy dan Jimmy dapat langsung terbang ke Bangkok menggunakan pesawat Garuda Indonesia tanpa harus melalui pemeriksaan petugas Imigrasi.

Shinta mengaku sudah mengembalikan uang tersebut kepada KPK ketika dia menjalani pemeriksaan penyidik. “Saya pertama dipanggil KPK pada 24 September 2018, lalu besoknya saya transfer uang itu dan saya antarkan slip transfernya ke KPK,” ungkap Shinta.

Uang yang didapat Shinta berasal dari PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya. Dalam dakwaan disebutkan Dina mengambil uang ke staf Lucas bernama Stephen Sinarto untuk biaya operasional sejumlah SGD 46 ribu dan Rp 50 ribu pada 24 Agustus 2018 di kantor Lucas. Dina memberikan uang SGD 33 ribu kepada Bowo pada 25 Agustus 2018 sebagai biaya operasional.

Share Button

Related Posts