January 16, 2019

Bantah Klaim Trump, Inggris Sebut ISIS Belum Kalah di Suriah

ISIS


intelijen – Pemerintah Inggris membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahwa ISIS telah dikalahkan di Suriah. Inggris adalah bagian dari koalisi pimpinan AS yang melakukan serangan udara terhadap Isis di Suriah.

Trump dalam tweetnya pada hari Rabu mengatakan: “Kami telah mengalahkan ISIS di Suriah, satu-satunya alasan (tentara) saya berada di sana selama Kepresidenan Trump.”

Tweet Trump ini pun mendapat jawaban dari Menteri Pertahanan Inggris Tobias Ellwood. Menurut Ellwood ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS masih tersisa dan “sangat hidup”.

“Saya sangat tidak setuju. Itu telah berubah menjadi bentuk ekstremisme lain dan ancamannya sangat hidup,” kata Ellwood seperti disitir dari The Guardian, Kamis (20/11/2018).

Sementara seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan ISIS, atau Daesh, masih merupakan ancaman. “Koalisi global terhadap Daesh telah membuat kemajuan besar,” katanya.

“Sejak operasi militer dimulai, koalisi dan mitranya di Suriah dan Irak telah merebut kembali sebagian besar wilayah Daesh dan kemajuan penting telah dibuat dalam beberapa hari terakhir di daerah terakhir Suriah timur yang telah diduduki Daesh,” sambungnya.

“Tapi masih banyak yang harus dilakukan dan kita tidak boleh melupakan ancaman yang mereka ajukan. Bahkan tanpa wilayah, Daesh akan tetap menjadi ancaman. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Amerika Serikat, perkembangan di Suriah ini tidak menandakan berakhirnya koalisi global atau kampanyenya. Kami akan terus bekerja dengan anggota koalisi untuk mencapai ini,” tuturnya.

“Kami tetap berkomitmen pada koalisi global dan kampanye untuk menolak wilayah Daesh dan memastikan kekalahannya yang abadi, bekerja bersama mitra regional kami yang kritis di Suriah dan sekitarnya. Ketika situasi di lapangan berkembang, kami akan terus mendiskusikan bagaimana kami mencapai tujuan ini dengan mitra koalisi kami, termasuk AS,” tukasnya.

Share Button

Related Posts