October 18, 2018

Bamsoet: Idealnya, Jokowi dan Prabowo Berhadapan di Pilpres 2019

Joko Widodo dan Prabowo Subianto (kompas)


intelijen – Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo berpendapat, pertarungan Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019 tidak bisa dielakkan.

“Idealnya dua jagoan ini memang harus berhadapan,” ujar Bambang dalam konferensi pers hasil survei Charta Politika di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Meski demikian, Bambang yang juga menjabat sebagai Ketua DPR mengakui, awalnya memang ada pemikiran untuk menyandingkan Jokowi dan Prabowo sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Ide itu muncul untuk meredam perbedaan dua kelompok pendukung yang sedemikian tajam, khususnya di masyarakat.

“Kalau begitu pasti, saya jamin dan prediksi tidak ada lagi luka di Pilpres 2019 yang akan datang,” ujar Bambang.

Namun, muncul pemikiran lagi apabila Jokowi menggandeng Prabowo dalam Pilpres 2019, maka praktis tidak ada sosok lain yang kuat dan berani maju menjadi penantang mereka.

Menurut Bambang, situasi ini justru memperburuk kualitas demokrasi di Indonesia.

“Yang kita bingung, lawannya siapa? Karena dalam demokrasi, melawan kotak kosong itu agak lucu,” ujar Bambang.

Lagipula, belakangan Partai Gerindra akhirnya memberikan mandat kepada Prabowo Subianto untuk maju menjadi capres di Pilpres 2019.

“Alhamdulilah Gerindra dengan strategi jitunya mendorong Prabowo tampil di Pilpres 2019 dan sampai saat ini kita masih menunggu Prabowo mencalonkan dirinya secara tegas dan berpasangan pada siapa,” ujar Bambang.

Dalam situasi saat ini, Bambang sekaligus mengingatkan, sejumlah survei menunjukkan elektabilitas Prabowo di bawah Jokowi.

“Saya rasa belum banyak berubah, baik sebelum dan sesudah dia deklarasi (menerima mandat dari Gerindra). Seluruh survei menempatkan hasil yang sama bahwa Jokowi elektabilitasnya tertinggi dan Prabowo itu kedua,” ujar Bambang.
Sumber: Kompas

Share Button

Related Posts