March 24, 2019

Bajak laut di kapal tanker Malaysia kabur, satu WNI ditembak

Kapal MT Orkim Harmony. (Foto: The Star)


intelijen – Kapal tanker MT Orkim Harmony yang berbendera Malaysia berhasil dibebaskan dari bajak laut setelah disekap nyaris satu pekan. Pada penyergapan TenteraLautDiraja Malaysia pada 18 Juni dini hari waktu setempat, para perompak itu berhasil kabur dengan kapal kecil.

Nyaris seluruh awak kapal selamat, kecuali satu koki asal Indonesia yang tertembus peluru di bagian paha ketika tentara Malaysia adu tembak dengan perompak. Jika dicocokkan dengan daftar yang dilansir Kementerian Luar Negeri Indonesia, nama koki itu adalah Mawit bin Matin.

“Satu tukang masak warga Indonesia cedera terkena tembakan di paha pada 11 Juni malam,” ujar Kepala Angkatan Laut Malaysia, Laksamana Abdul Aziz Jaafar lewat akun twitter-nya seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (19/6).

Para perompak kabur menggunakan perahu sekoci dan kini tengah dicari oleh tiga kapal dan dua helikopter. Operasi pembebasan kapal tanker ini melibatkan 1.200 tentara Malaysia, 16 unit kapal P3 Orion, C130 dan pesawat Beechcraft.

Kapal ini rencananya dibawa para perompak ke arah Kepuluan Natuna, Indonesia. Abdul Aziz Jafaar mengklaim, para bajak laut berbicara dalam aksen Indonesia. “Ada sedikitnya delapan pelaku di atas kapal,” tuturnya.

Kapal anak usaha perusahaan migas Petronas ini membawa 6.000 metrik ton minyak kualitas RON 95 dari Malaka ke Kuantan. Nilai muatan minyak itu sebesar 21 juta Ringgit (setara Rp 75 miliar).

Kapal disantroni bajak laut di perairan Johor pada akhir pekan lalu. Saat terlacak di perairan perbatasan antara Vietnam, Thailand, dan Kamboja, tanker tersebut telah dicat ulang para pembajak lalu diberi nama baru ‘Kim Harmon’.

kapal AL Malysia, KD Terengganu sempat bernegosiasi dengan para pembajak agar mereka mau menyerah. AL Malaysia juga telah menghubungi otoritas maritim Indonesia agar bersiap-siap menghadapi para pembajak.

Kapal tersebut membawa 22 awak yang berasal dari tiga negara berbeda. Ke-22 awak kapal itu terdiri dari 16 awak kapal asal Malaysia, 5 dari Indonesia, dan seorang dari Myanmar.

Adapun nama awak WNI adalah Bambang Suryawan, Iwan Asriadi, Mawit Bin Matin, Nathan Kombblongan, dan Nelson Hasiholan Sitorus. (Merdeka)

Share Button

Related Posts