December 19, 2018

Aturan Proteksi Data Picu Pemblokiran Pembaca Eropa

ilustrasi (ist)


intelijen – Pada 25 Mei kemarin, Uni Eropa secara resmi memberlakukan GDPR (General Data Protection Regulation). Seluruh perusahaan yang menyimpan data warga Uni Eropa wajib tunduk pada aturan tersebut. Apabila terjadi kebocoran atau penyalahgunaan data tanpa izin pemilik data, maka perusahaan wajib membayar denda.

Beleid tersebut rupanya membuat pengelola situs berita yang berbasis di Amerika Serikat (AS) ketar-ketir. Sejumlah situs berita pun memilih untuk memblokir pembaca Eropa agar mereka tak bisa mengunjungi situsnya. Perusahaan media asal AS, Tronc, memutuskan memblokir akses penduduk Eropa ketimbang berhadapan dengan konsekuensi GDPR.

Maklum saja, apabila terjadi kebocoran data atau penyalahgunaan data pengguna tanpa seizin pemilik data, maka perusahaan bisa dikenai denda hingga 20 juta Euro atau empat persen dari pendapatan global.

Dilansir dari Tech Crunch, Tronc kini memberlakukan blokir pembaca Eropa pada situs Los Angeles Times, The Chicago Tribune, The New York Daily News, The Orlando Sentinel, dan The Baltimore Sun. Beberapa media yang dimiliki oleh Lee Enterprises juga melakukan pemblokiran yang sama. Dua media di bawah Lee Enterprises yang tak bisa lagi diakses pembaca Eropa adalah The St Louis Post Dispatch dan The Arizona Daily Star.

Ketika Tronc menutup akses pembaca asal Eropa, setidaknya untuk sementara, maka pendekatan berbeda dilakukan oleh media AS lainnya. Alih-alih memblokir pembaca dari Benua Biru, media lain di AS menyediakan versi situs berbeda bagi pembaca di Eropa.

USA Today misalnya, memilih tunduk pada aturan GDPR agar tak kehilangan jutaan pembacanya di Eropa. Situs berita ini memberikan versi situs khusus bagi pembaca Eropa dengan tampilan lebih bersih dan bebas iklan. Untuk dapat mengaksesnya, penduduk Eropa harus terlebih dahulu menyetujui syarat dan ketentuan yang diajukan oleh USA Today.

“Kepatuhan USA Today pada GDPR menghadirkan situs berita yang tampilannya lebih bersih, bebas iklan, tanpa video autoplay, serta desain yang segar. Jauh lebih baik daripada versi normalnya,” kicau Alex Hern, penulis isu-isu teknologi di The Guardian, lewat akun Twitternya.

Share Button

Related Posts