August 20, 2018

Assad Serang Basis Terakhir Pemberontak di Yarmouk

Pasukan pemerintah Suriah (Reuters)


intelijen – Militer Suriah memulai persiapan serangan ke kamp Yarmouk dan sekitarnya. Wilayah dekat Damaskus itu menjadi kawasan terakhir yang masih dikuasai pemberontak.

Keberhasilan menguasai kawasan itu akan memberi Presiden Suriah Bashar al-Assad kontrol penuh di ibu kota Damaskus serta memperkuat kekuasaannya. Yarmouk merupakan kamp terbesar untuk pengungsi Palestina di Suriah sejak pertengahan abad 20. Kamp itu telah dikendalikan para pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) selama beberapa tahun.

Meski sebagian besar warga di kamp itu telah mengungsi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ribuan orang masih tinggal di sana. Sumber militer Suriah menyatakan, serangan baru akan menargetkan ISIS dan Barisan Nusra di kamp Yarmouk dan distrik al-Hajar al-Aswad.

“Para pemberontak di Beit Sahm akan mundur dengan naik bus setelah membuat kesepakatan dengan pemerintah,” ungkap sumber militer Suriah kepada Reuters.

Assad diuntungkan dengan dukungan militer Rusia sejak 2015 untuk menguasai kembali sebagian besar wilayah Suriah. Kini Assad memegang posisi terkuat sejak awal perang sipil yang telah berlangsung tujuh tahun. Perang itu telah menewaskan lebih dari 500.000 orang dan menarik banyak kekuatan regional serta global.

Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis telah meluncurkan serangan gabungan pertama melawan pemerintah Assad pada Sabtu (14/4/2018). Serangan rudal itu sebagai pembalasan serangan gas beracun pada 7 April di Kota Douma. Rudal-rudal Barat menghancurkan tiga target yang isinya telah dipindahkan sebelumnya.

Pasukan Assad pun masih melancarkan serangan untuk menguasai kembali seluruh wilayah negara itu. Suriah dan Rusia menyangkal menggunakan gas beracun dan menyiarkan pernyataan dari para pekerja rumah sakit di Douma. Mereka menyebut serangan gas beracun itu hanya propaganda dan tidak ada serangan senjata kimia yang terjadi.

Share Button

Related Posts