September 20, 2017

Asman Abnur

Asman Abnur


intelijen – Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si (lahir di Padang Pariaman, Sumatera Barat, 2 Februari 1961; umur 56 tahun adalah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia pada Kabinet Kerja yang dilantik sejak tanggal 27 Juli 2016. Dia juga seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Ia adalah mantan anggota DPR RI dari Kepulauan Riau.

Asman yang merupakan putra Minangkabau asal Pariaman, lahir dari pasangan H. Aburuddin Hamzah dan Hj. Nurcahya. Ayahnya merupakan seorang pedagang emas di Tanjung Pinang dan Batam.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Asman melanjutkan usaha orang tuanya berjualan emas. Dari usaha ini ia kemudian mengembangkan berbagai macam jenis usaha, diantaranya beberapa unit SPBU, sejumlah restoran, apotek, pusat kebugaran, Bank Perkreditan Rakyat Konvensional & Syariah, dan money changer. Karena aktif di dunia usaha, ia pernah memegang berbagai posisi penting, diantaranya Ketua HIPMI Batam dan Ketua Kadin Batam. Kini aktivitas bisnisnya merentang antara Batam, Singapura, dan Jakarta. Asman juga merupakan alumnus Universitas Airlangga. Asman Abnur lulus dari S-2 Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana (pada saat itu) tahun 2004. Saat ini, di tengah kesibukannya sebagai menteri, Asman tengah menjalani studi doktoral pada prodi Ilmu Ekonomi Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga.

Setelah itu Asman memulai kariernya di bidang politik dengan menduduki kursi DPRD Kota Batam (1999-2004). Ia kemudian menjabat Wakil Walikota Batam, sebelum akhirnya mengundurkan diri karena ingin mencalonkan diri menjadi wakil rakyat di DPR RI. Pada tahun 2004 ia menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional). Hingga saat ini ia masih menduduki kursi parlemen mewakili daerah pemilihan Kepulauan Riau. Di DPR RI ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi X dan Ketua Panitia Kerja (Panja) BUMN.

Pada 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo memilihnya menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia.

Selain aktif di dunia bisnis dan politik, Asman juga terjun mengurusi urusan sosial-keagamaan. Di Batam, ia membangun Masjid Jabal Arafah (MJA) serta tempat wisata religi MJA Tower setinggi 58 meter.[4] Ia menikah dengan Zas Juniarti dan dikaruniai dua orang anak.

Pendidikan

– SMEA, Tanjung Pinang (1979)
– D3 FE Akuntansi Universitas Andalas, Padang (1983)
– S1 FE Universitas Ekasakti, Padang (1990)
– S2 Magister Sains (Msi) Universitas Airlangga, Surabaya (2004)
– S3 Program Doktor – Program Studi Ilmu Ekonomi Islam – Universitas Airlangga, Surabaya (2017)

Organisasi dan politik

– Ketua Asosiasi Perdagangan Valuta Asing Batam (1990–1992)
– Ketua HIPMI Batam (1995–1998)
– Ketua KADIN Batam (1999–2004)
– Ketua Tim Pengkajian FTZ Batam (2000–2001)
– Ketua BAZIS Batam (2000–2004)
– Anggota DPRD Kota Batam (2000–2001)
– Wakil Walikota Batam (2001–2003)
– Anggota DPR RI (2004–2016)
– Wakil Ketua Komisi XI DPR RI (2004–2009)
– Ketua Komisi X DPR RI
– Ketua Panitia Kerja (Panja) BUMN
– Ketua Yayasan Masjid Jabal Arafah
Sumber: Wikipedia

Share Button

Related Posts