May 24, 2018

ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Terlibat Upaya Pembebasan Papua (4)

ASIS diduga terlibat dukung pemisahan Papua dari NKRI (Foto: Papua Merdeka News)


ASIS diduga terlibat dukung pemisahan Papua dari NKRI (Foto: Papua Merdeka News)

INTELIJEN.co.id – Begitu banyak insiden dalam dan luar negeri yang mengundang kontroversi dialami oleh ASIS. Salah satu insiden luar negeri yang berkaitan dengan kedaulatan sebuah negara adalah keterlibatan ASIS dalam memisahkan Irian Jaya (sekarang Papua) dari Indonesia.

Antara 1989 sampai 1991, ASIS melakukan sebuah penelitian terperinci dalam rangka tugas dan aktivitasnya di Papua New Guinea.

Penelitian itu diduga berkaitan dengan keterlibatan ASIS dalam rangka melatih pasukan Papua New Guinea, agar memberikan dukungan pada gerakan kemerdekaan Irian Jaya dari Indonesia dan Bougainville dari Kepulauan Solomon Utara.

Irian Jaya memang sudah dikenal dengan beberapa masyarakatnya yang menginginkan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak lama.

Pada 1997, diduga keras ASIS dan DSD serta Pemerintah Australia gagal memisahkan Irian Jaya dari NKRI.

Kegagalan ini karena pihak intelijen menganggap peran dan kehadiran kontraktor Sandline berkaitan dengan gerakan kemerdekaan di Bougainville.

Walaupun operasi tersebut dinyatakan gagal, bukan berarti pemerintah Australia benar-benar melepaskan permasalahan Irian Jaya.

Sampai saat ini usaha pemisahan Irian Jaya dari NKRI masih dilakukan, tidak hanya melalui operasi intelijen, tetapi dilakukan dengan berbagai cara.

Sempat terdengar kabar, sekelompok pasukan khusus milik Australia belakangan ini berada di dekat perbatasan Papua dan Papua New Guinea untuk melatih pasukan negara tetangga Indonesia ini.

Entah, apakah itu murni pelatihan pasukan, atau merupakan bagian dari operasi intelijen untuk membantu anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka yang berada di dekat perbatasan, dalam rangka memisahkan Papua dari NKRI.

Share Button