December 11, 2018

Ahmadiyah di NTB Diserang, Pengamat: Upaya Gembosi Citra Tuan Guru Bajang dan Oposisi?

Joko Widodo dan Tuan Guru Bajang (ist)


intelijen – Kelompok Ahmadiyah di Nusa Tenggara Barat (NTB) diserang massa di saat bulan Puasa. Jika penyerangan itu hasil dari provokasi, patut diduga insiden itu merupakan bagian dari skenario menggembosi citra baik Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (21/05). “Perlu diingat, wilayah NTB bukan basis pendukung Jokowi. Pasca penyerangan Ahmadiyah, diopinikan TGB sebagai Gubernur NTB tidak bisa melindungi warganya. Dan opini ini terus disuarakan,” tegas Ahmad Baidhowi.

Baidhowi menduga, penyerangan kelompok Ahmadiyah di NTB itu bagian dari operasi politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2019.

“NTB itu masyarakat aslinya moderat, dan secara keagamaan itu Ahlussunnah Waljamaah, cara ibadahnya mengikuti Imam Syafi’i. Cara ibadahnya mirip warga NU. Ada agenda yang lebih besar dengan penyerangan itu yaitu menyudutkan Nahdlatul Wathan, ormas Islam terbesar di NTB,” papar Baidhowi.

Menurut Baidhowi, ada kepentingan bersama LSM asing dan politisi Indonesia dalam memainkan Ahmadiyah di NTB. “LSM asing memainkan isu Ahmadiyah untuk mendapatkan dana asing, sedangkan politisi menghantam TGB,” kata Baidhowi.

Lebih lanjut Baidhowi memperkirakan isu soal Ahmadiyah akan bergeser ke Jawa Barat. “Kalau melihat cara dan polanya, arahnya ke Jawa Barat,” pungkas Baidhowi.

Penganut ajaran Ahmadiyah di Lombok Timur, NTB, diserang oleh sekelompok warga. Setidaknya ada 6 Unit rumah rusak parah hingga rata dengan tanah.

Aksi penyerangan itu berlangsung pada Sabtu (19/05) sekitar pukul 12.00 Wita, di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur.

Red

Share Button

Related Posts