May 24, 2018

Ada Orang Ketiga yang Aniaya TKI Adelina Hingga Tewas di Malaysia?

Ilustrasi (ist)


intelijen – TKI Adelina Lisao ditemukan dalam kondisi tak berdaya di sebuah rumah di Jalan Green Hall, George Town, Malaysia. Tim penyelamat yang menemukan lalu membawanya ke sebuah rumah sakit, di mana ia meninggal dunia sehari setelah dirawat.

Seperti diberitakan Asia One yang dikutip Selasa (13/2/2018), polisi kemudian menahan wanita berusia 60 tahun yang merupakan ibu kandung dari dua tersangka, kakak beradik yang sudah ditahan lebih dulu. Keduanya diduga menyiksa pekerja Indonesia itu di sebuah rumah di Jalan Green Hall, George

Petugas Seberang Prai Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan bahwa wanita sepuh tersebut dijemput pada Senin, 12 Februari sekitar pukul 14.30 sore waktu setempat, untuk membantu penyelidikan kasus dugaan pembunuhan tersebut. Namun, ada yang menduga ia juga ikut menganiaya korban.

Petugas mengatakan, ditemukan penyebab kematian akibat banyak kegagalan organ pada jenazah Adelina Lisao.

“Kegagalan organ bisa jadi karena kekurangan darah saat dia tak diurus,” kata Nik.

Pada Sabtu, 10 Februari, asisten anggota parlemen Bukit Mertajam, Steven Sim mendatangi sebuah rumah bertingkat dua di Taman Kota Permai. Mereka mendatangi lokasi tersebut setelah diberitahu seorang wartawan terkait dugaan penyiksaan terhadap pekerja migran.

Lalu TKI Adelina ditemukan bersama anjing jenis Rottweiler hitam yang terikat di sampingnya dan menyalak ke arah tim penyelamat. Kepala dan wajah korban bengkak. Lengan dan kakinya juga terluka.

Menurut tetangga, TKI Adelina dipaksa tidur dengan anjing Rottweiler di teras selama lebih dari sebulan hingga ditemukan tim penyelamat pada Sabtu, 10 Februari 2018. Adelina meninggal di rumah sakit pada Minggu, 11 Februari.

Dua majikan pria berusia 39 tahun dan saudara perempuannya yang berusia 36 tahun sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan tersebut.

Di Putrajaya, Direktur Jenderal Imigrasi Datuk Seri Mustafar Ali mengatakan bahwa majikan yang meminta pekerja asing harus melalui pemeriksaan latar belakang, termasuk pengecekan apakah mereka pernah terlibat kejahatan.

Share Button

Related Posts