December 14, 2017

39 Tahun Masjid Istiqlal, Perwujudan Rasa Syukur atas Nikmat Kemerdekaan

Masjid Istiqlal (ist)


intelijen – Bicara tentang Indonesia, mesti bicara pula akan masyarakatnya yang majemuk tapi jadi satu, entah mereka berbeda budaya hingga agama. Indonesia juga jadi contoh bagaimana rukunnya antarumat beragama bagi negara-negara lain.

Pengingat akan itu tergambarkan bagaimana sebuah gereja dan masjid nan megah berdiri berdampingan di area Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ya, dua bangunan itu tak lain adalah Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.

Masjid Istiqlal dikenal dunia sebagai masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951 dan rampung serta resmi digunakan pada 22 Februari 1978.

Menilik namanya, “Istiqlal” yang dalam bahasa Arab berarti “Merdeka”, masjid ini jadi salah satu buah pikiran Presiden pertama RI Ir Soekarno, sebagai ungkapan dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kemerdekaan dari penjajahan.

Penggagasan pembangunan masjidnya sedianya lebih dulu melalui jalan panjang. Mulai dari perencanaan dan pembentukan kepanitaan pembangunan, sampai dilayangkannya sayembara.

Kepanitaan pembangunan diprakarsai Menteri Agama RI kala itu, KH Wahid Hasyim; Anwar Tjokroaminoto, tokoh Syarikat Islam yang juga putra “guru bangsa” HOS Tjokroaminoto, serta KH Taufiqurrahman. Dari situ, tercetus pula untuk melakukan sayembara tentang rancangan masjidnya.

Sayembara digelar untuk menyeleksi berbagai rancangan yang diajukan sejumlah pihak. Presiden Soekarno sendiri bertindak sebagai Ketua Dewan Juri dalam sayembara maket Masjid Istiqlal yang sebelumnya, diumumkan via berbagai surat kabar dan media elektronik (radio).

Dari berbagai pengajuan rancangan maket yang masuk, dipilihlah juaranya Friedrich Silaban dengan desain bersandi “Ketuhanan”. Arsiten non-muslim itu sebagai juara sayembara, dianugerahi medali emas 75 gram dan uang tunai Rp25 ribu.

Setelah rancangan dipilih dari karya Friedrich Silaban, pemancangan tiang pertama dalam proyek pembangunannya dilakukan langsung pula oleh Presiden Soekarno, pada 25 Agustus 1961 yang juga bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Proyek pembangunannya sempat tersendat akibat suhu politik yang kurang kondusif. Terlebih pada akhir September-awal Oktober 1965, meletus peristiwa Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

Pembangunan yang sempat mangkrak itu baru dilanjutkan pada 1966 oleh Menteri Agama RI kala itu, KH M Dahlan. Baru 17 tahun berselang, Masjid Istiqlal rampung dibangun dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden kedua RI Soeharto tepat hari ini 39 tahun lampau (22 Februari 1978).(okezone)

Share Button

Related Posts



Article Tags