Kamis, 23/02/2012 07:34 WIB

Intelijen

Home Wawasan RAF Intelligence, Inggris: Pendukung Operasi Intelijen Angkatan Udara Inggris (3)
RAF Intelligence, Inggris: Pendukung Operasi Intelijen Angkatan Udara Inggris (3)
Rabu, 21 Desember 2011 20:09

Foto: wikipediaFoto: wikipedia

INTELIJEN.co.id - Konspirasi penelitian rahasia keberadaan UFO yang dikaitkan dengan kekhawatiran Inggris dalam perang dingin dengan Uni Soviet, berhubungan dengan beberapa instalasi militer negara ini.

Pangkalan militer yang dikaitkan dengan penelitan tersebut, adalah Angkatan Udara Inggris, Royal Air Forces atau RAF.

RAF memiliki unit pendukung operasi intelijen, Royal Air Force Operation Support Intelligence, dikenal sebagai RAF Intelligence.

Organisasi ini bertanggung jawab mengurus personil intelijen dan peralatannya, serta menjadi bagian dari komunitas intelijen Inggris.

Tugas agen intelijen dan awak organisasi ini adalah, membuat analisis intelijen udara, analisis foto, analisis sinyal, human Intelligence, yang berfungsi untuk mengarahkan awak pesawat, memberikan masukan kebijakan komandan, menetapkan sasaran bidik dan operasi-operasi intelijen udara.

RAF Intelligence memiliki 300 personil. Penugasan personil dilakukan melalui stasiun operasional dan markas angkatan bersenjata Inggris.

Keberadaan RAF Intelligence telah dimulai sejak PD II, namun personil RAF telah melakukan tugas intelijen sejak RAF berdiri pada 1918.

Pada saat itu, petugas General Duty Branch yang biasanya adalah seorang pilot, awak darat, atau personil RAF yang tidak dapat terbang karena alasan medis, mereka ini kemudian ditugaskan pada Skadron Intelijen.

Selain itu, mereka juga bertugas sebagai awak pesawat di Departemen Intelijen Kementerian Pertahanan Udara.

Pada akhir 1930-an, terdapat sebuah cabang intelijen bernama Administrative and Duties Branch untuk tugas-tugas intelijen.

Pada 1939, Secreet Intelligence Service (SIS) atau MI6 membuat sebuah Air Intelligence Section di bawah komandan grup Kapten F W. Winterbottom, kepala Air Intelligence, MI6.

Selama PD II, cabang intelijen ini menjadi lebih besar. Meliputi Signal Intelligence (intelijen sinyal) di Bletcjley Park, dan Imagery Intelligence (intelijen foto) di Medmenham.

Selama peperangan, organisasi dipecah menjadi Administrative and Special Duties Branch (untuk fotografi) dan Administrative and Special Duties Branch (Signal).

Pada 1970, cabang Photographic Interpretation (PI) dibentuk untuk petugas yang dipekerjakan di Reconnaisance Intelligence Centre yang berada di unit pesawat terbang, juga untuk dipekerjakan di Joint Air Reconnaisance Intelligence Centre (JARIC) di RAF Brampton.

Awal 1990an, RAF melihat keuntungan dari sebuah cabang intelijen mandiri, menciptakan tugas umum cabang intelijen.

RAF membutuhkan informasi lebih, serta peringatan pada musuh potensial Inggris di seluruh dunia, untuk membangun kemampuan RAF dan memberikan reaksi. Pada 1997 GD (INT) menjadi Operations Support (Intelligence) Specialisation sampai sekarang.

Para personel RAF Intelligence diharuskan memiliki keterampilan layaknya intelijen umum. Oleh karena itu mereka mendapatkan pelatihan-pelatihan.

Pelatihan intelijen udara diadakan oleh Defence School of Intelligence (DSI) di Defence Intelligence and Security Centre (DISC) yang berlokasi di RAF Chicksands di Bedfordshire.

Air Intelligence Wing akan mengirimkan Joint Air Intelligence Course (JAIC) yang akan menghabiskan waktu 22 minggu dan para personel yang yang mengikuti kursus, akan menjadi Air Intelligence Officer.

Tahapan lainnya dimulai dengan menyelesaikan 15 minggu Operational Air Intelligence Course (OpAIC), sebelum mencapai spesialisasi sebagai analis penggambaran atau analisis sinyal.

Empat bulan selanjutnya di DISC Chicksands, di IMINT Wing (Joint School of Photographic Interpretation), mereka akan lulus dengan spesialsasi intelijen penggambaran.

Pada tahapan kursus yang lebih lama di SIGINT Wing, mereka akan mendapatkan kemampuan analisis intelijen dalam hal sinyal intelijen.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner