Rabu, 23/05/2012 03:47 WIB

Intelijen

Home Wawasan ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Terlibat Upaya Pembebasan Papua (4)
ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Terlibat Upaya Pembebasan Papua (4)
Kamis, 24 November 2011 19:39

ASIS diduga terlibat dukung pemisahan Papua dari NKRI (Foto: Papua Merdeka News)ASIS diduga terlibat dukung pemisahan Papua dari NKRI (Foto: Papua Merdeka News)

INTELIJEN.co.id - Begitu banyak insiden dalam dan luar negeri yang mengundang kontroversi dialami oleh ASIS. Salah satu insiden luar negeri yang berkaitan dengan kedaulatan sebuah negara adalah keterlibatan ASIS dalam memisahkan Irian Jaya (sekarang Papua) dari Indonesia.

Antara 1989 sampai 1991, ASIS melakukan sebuah penelitian terperinci dalam rangka tugas dan aktivitasnya di Papua New Guinea.

Penelitian itu diduga berkaitan dengan keterlibatan ASIS dalam rangka melatih pasukan Papua New Guinea, agar memberikan dukungan pada gerakan kemerdekaan Irian Jaya dari Indonesia dan Bougainville dari Kepulauan Solomon Utara.

Irian Jaya memang sudah dikenal dengan beberapa masyarakatnya yang menginginkan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak lama.

Pada 1997, diduga keras ASIS dan DSD serta Pemerintah Australia gagal memisahkan Irian Jaya dari NKRI.

Kegagalan ini karena pihak intelijen menganggap peran dan kehadiran kontraktor Sandline berkaitan dengan gerakan kemerdekaan di Bougainville.

Walaupun operasi tersebut dinyatakan gagal, bukan berarti pemerintah Australia benar-benar melepaskan permasalahan Irian Jaya.

Sampai saat ini usaha pemisahan Irian Jaya dari NKRI masih dilakukan, tidak hanya melalui operasi intelijen, tetapi dilakukan dengan berbagai cara.

Sempat terdengar kabar, sekelompok pasukan khusus milik Australia belakangan ini berada di dekat perbatasan Papua dan Papua New Guinea untuk melatih pasukan negara tetangga Indonesia ini.

Entah, apakah itu murni pelatihan pasukan, atau merupakan bagian dari operasi intelijen untuk membantu anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka yang berada di dekat perbatasan, dalam rangka memisahkan Papua dari NKRI.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner