Rabu, 23/05/2012 03:46 WIB

Intelijen

Home Wawasan ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Miliki Sejarah Panjang (3)
ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Miliki Sejarah Panjang (3)
Selasa, 22 November 2011 18:09

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Lembaga yang Menaungi ASIS (Foto: Australia Network News)Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Lembaga yang Menaungi ASIS (Foto: Australia Network News)

INTELIJEN.co.id - Australian Secret Intelligence Service (ASIS) adalah badan intelijen milik Pemerintah Australia. Badan intelijen ini bertanggung jawab mengumpulkan informasi intelijen dari luar negeri, melaksanakan tugas kontra intelijen dan bekerjasama dengan badan intelijen milik negara lain.

ASIS mempunyai kedudukan yang sama dengan badan intelijen milik Inggris Secret Intelligence Agencies (MI6) dan badan intelijen AS, Central Intelligence Agencies (CIA).

Misi ASIS sendiri adalah melindungi dan mempromosikan kepentingan Australia melalui ketentuan-ketentuan mengenai intelijen luar negeri yang telah ditetapkan oleh pemerintah Australia.

Seperti yang telah ditetapkan oleh perundang-undangan, maka ASIS memfokuskan diri pada operasi intelijen luar negeri. Hal inilah yang membedakan ASIS dari Australian Security Intelligence Organisation (ASIO).

Secara organisasional, ASIS adalah bagian dari Department of Foreign affair and Trade atau Departemen Perdagangan dan Luar Negeri (DFAT) yang bermarkas di Canberra. ASIS dipimpin oleh seorang Direktur.

Badan intelijen ini memiliki sejarah pendirian yang terbilang cukup panjang, yakni dimulai pada 1950-an.

Pada pertemuan yang dilakukan oleh Executive council yang dilaksanakan pada 13 Mei 1952, Perdana Menteri Menzies membentuk ASIS dengan kewenangan eksekutif, di bawah ketentuan peraturan perundang-undangan negara persemakmuran.

Hasil keputusan tersebut juga menunjuk Alferd Deakin Brookes sebagai kepala ASIS pertama.

Setelah ASIS dibentuk, kemudian dibuatlah sebuah piagam yang menggambarkan tugas-tugas badan intelijen ini pada 15 Desember 1954. Isinya antara lain adalah memperoleh dan mendistribusikan informasi rahasia dan merencanakan serta menyediakan operasi intelijen yang diperlukan.

Sebuah petunjuk lapangan yang dibuat pada 15 Agustus 1958, memperlihatkan, bahwa tugas operasi intelijen mengandung kepentingan politik. Selain itu, badan intelijen ini berada di bawah kontrol menteri luar negeri bukannya menteri pertahanan.

Selama perjalanan berdirinya, ASIS pernah diberitakan secara besar-besaran oleh media massa, salah satunya oleh The Daily Telegraph pada 1 Nopember 1972.

Saat itu, The Daily Telegraph menyoroti tindakan ASIS yang merekrut agen intelijen dari universitas-universitas yang ada di Australia untuk kepentingan mengawasi aktivitas spionase di Asia.

Artikel ini kemudian ditindaklanjuti oleh The Australian Financial Review yang melakukan penyelidikan kepada komunitas intelijen Australia, seperti ASIO, ASIS,  Joint Intelligence Organisation (sekarang Defence Intelligence Organisation), Defence Signals Division (sekarang Defense Signal Directorate) dan Office of National Assessments (ONA).

Artikel yang ditulis oleh The Australian Financial Review menyatakan tugas ASIS adalah, hanya mengumpulkan dan memusnahkan fakta saja. Media ini menyatakan, ASIS tidak seharusnya melakukan analisis dan memberikan nasihat bisnis, walaupun hal tersebut sulit untuk dihindari.

Pada 1977, Kementerian Luar Negeri Australia memberikan pernyataan mengenai fungsi utama ASIS, yakni memperoleh informasi luar negeri untuk tujuan melindungi dan mempromosikan Australia dan berbagai kepentingannya.

Pada tahun yang sama, tepatnya 25 Oktober 1977, Perdana Menteri Malcolm Fraser mendeklarasikan keberadaan ASIS dan fungsi-fungsinya, setelah sebelumnya badan intelijen negeri kanguru ini selalu disembunyikan.

Deklarasi keberadaan ASIS dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Hope Royal Commisions.

Pada 1992, dua buah laporan mengenai ASIS disiapkan oleh beberapa petugas untuk dilaporkan kepada Department of Prime Minister and Cabinet dan kantor National Assessment for Secretaries Committee on Intelligence and Security (SCIS) serta Security Committee of Cabinet (SCOC).

Richardson melaporkan mengenai tugas dan hubungan antara komunitas intelijen (ASIO, ASIS dan DSD) pada Juni 1992. Sedangkan laporan lainnya ditulis oleh Hollway pada Desember, yang menggambarkan kumpulan tugas intelijen luar negeri Australia.

Kedua laporan itu mensahkan struktur dan tugas organisasi dan mempercayai performa ASIS.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner