Rabu, 23/05/2012 03:46 WIB

Intelijen

Home Wawasan ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Insiden Hotel Sheraton (2)
ASIS, Intel Australia Penuh Kontroversi: Insiden Hotel Sheraton (2)
Kamis, 17 November 2011 15:07

Hotel Sheraton, sekarang Mercure, Melbourne (expedia)Hotel Sheraton, sekarang Mercure, Melbourne (expedia)

INTELIJEN.co.id - Kontroversi keterlibatan ASIS dalam penyelidikan ada tidaknya senjata nuklir di Irak bukanlah satu-satunya kontroversi yang ada di dalam badan intelijen negeri kangguru ini.

ASIS pernah dikaitkan dengan beberapa insiden yang kontroversial lain. Salah satunya adalah insiden hotel Sheraton (sekarang Mercure) di Melbourne.

ASIS mendapatkan perhatian negatif ketika melakukan pelatihan operasi intelijen di Hotel Sheraton, Melbourne pada 30 November 1983.

Dalam latihan itu, ASIS berpura-pura melakukan operasi pengawasan dan membebaskan agen intelijen asing yang disandera.

Pelatihan itu melibatkan petugas yunior yang baru menerima pelatihan selama tiga minggu dan beberapa kesempatan dalam merencanakan dan menjalankan operasi intelijen.

Sayangnya, ketika pelatihan tersebut berlangsung, para agen pemula menyalahgunakan wewenangnya, seperti membahayakan sejumlah pegawai hotel dan tamu, serta kekerasan secara fisik kepada manajer hotel.

Dua hari setelah insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Australia mengumumkan akan segera melakukan investigasi, yang akan di awasi langsung oleh Hope Royal Commision.

Laporan mengenai penyelidikan insiden Hotel Sheraton kemudian disiapkan dan diserahkan pada Hope Royal Commision pada Februari 1984.

Laporan itu berisi gambaran bagaimana lemahnya rancana latihan itu dibuat, lemahnya pengawasan dan lemah dari segi pelaksanaan.

Selain itu, laporan itu juga memberikan rekomendasi tentang penilaian yang diambil selama pelatihan. Penilaian ini bertujuan untuk memajukan hasil latihan dan menghapuskan akibat yang tidak diinginkan pada publik.

Berdasarkan insiden tersebut, media The Sunday Age mengeluarkan beberapa nama atau inisial dari lima orang petugas ASIS yang terlibat.

Para jurnalis asal Australia memberikan catatan, berdasarkan peraturan hukum yang di kemukakan oleh The Sunday Age, tidak ada larangan yang mencegah media massa untuk menyebutkan nama-nama agen ASIS.

Sementara media massa menyebarkan nama-nama agen ASIS yang terlibat, Hope Royal Commision mempersiapkan peraturan yang berisikan peraturan tambahan.

Peraturan tambahan ini memungkinkan adanya jaminan keamanan dan hubungan luar negeri, sebagai akibat dari penyingkapan nama-nama agen, oleh The Sunday Age.

Setelah itu, dalam kasus AV Hayden, hakim pengadilan tinggi menggunakan peraturan Commonwealth yang menyebutkan tidak ada peraturan yang menugaskan agen ASIS untuk merahasiakan nama atau aktivitas mereka.

Pada saat kejadian insiden Hotel Sheraton, Ministerial Directive mengizinkan ASIS untuk melaksanakan aksi penyamaran, termasuk operasi khusus yang menggambarkan perlawanan terhadap pasukan para militer, peperangan dan berbagai krisis lainnya.

Berdasarkan insiden dan rekomendasi dari Hope Royal Commision, fungsi aksi penyamaran kemudian dihilangkan.

Peraturan mengenai fungsi ASIS sendiri dapat ditemukan pada bagian 7 peraturan perundang-undangan mengenai badan intelijen, dimana fungsi aksi penyamaran juga dilarang oleh peraturan perundang-undangan.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner