Rabu, 23/05/2012 03:27 WIB

Intelijen

Home Wawasan Australia dan Selandia Baru, Fokus Penanganan FIS
Australia dan Selandia Baru, Fokus Penanganan FIS
Senin, 15 Agustus 2011 15:04

Forum Pasifik Selatan (mofa.go.jp)Forum Pasifik Selatan (mofa.go.jp)

Pada November 2009, Pemerintah Bainimarama mengeluarkan kebijakan mengejutkan yaitu mengusir diplomat Australia dan Selandia Baru. Mereka diberi tenggat waktu selama 24 jam untuk pergi dari Fiji.

Untuk memuluskan pengusiran ini, Bainimarama menginstruksika kepada Menteri luar negerinya untuk menghubungi pemerintah kedua negara tersebut.

Pengusiran ini terkait ulah kedua negara tersebut yang telah mengonsolidasi serangan terhadap sisem peradilan Fiji. Dasar yang dipakai pemerintah Fiji adalah insiden terbaru yang menimpa Hakim Tinggi Fiji, Anjala Wati.

Informasi intelijen Fiji mengatakan, bahwa Selandia Baru mempersulit proses perolehan visa untuk hakim tersebut yang berencana pergi ke Selandia Baru untuk memeriksakan anaknya. Wati pada akhirnya memperoleh visa itu setelah media massa memblow up kasus tersebut.

Selain Selandia Baru, Fiji juga melontarkan tuduhan kepada Australia. Negara Kanguru ini dituduh telah mencekal hakim asal Sri Lanka yang bertugas di Fiji untuk memasuki Australia. Terhadap tuduhan-tuduhan tersebut, Wellington dan Canberra menampiknya.  

Selandia Baru dan Australia adalah dua negara yang memiliki hubungan kurangbaik dengan Fiji. Sejak Bainimarama melakukan kudeta pada 2006 lalu, dua negara ini meperketat pemberian visa kepada siapa saja yang memiliki keterlibatan dengan penguasa Fiji.

Hubungan Fiji dengan Australia dan Selandia Baru menjadi lebih rumit ketika kedua negara ini mendepak Fiji dari Forum Negara-Negara Pasifik pada Mei tahun itu. Tidak hanya itu, Australia dan Selandia Baru juga mendepak Fiji dari Persemakmuran pada September di tahun yang sama.

Khusus bagi Selandia Baru, pengusiran terhadap diplomatnya ini merupakan yang ketiga kalinya sejak kudeta 2006. Dan pada 2008 silam, antara Selandia bru dengan Fiji saling usir duta besar masing-masing. Pasca itu, kedua negara ini hanya menempatkan wakil diplomatiknya saja.

Pasang surut hubungan diplomatik Fiji dengan Australia dan Selandia Baru mendapatkan perhatian khusus dari mantan Perdana Menteri Fiji yang juga pendiri FIS, Setiveni Rabuka.

Rabuka melihat perlunya FIS menfokuskan operasi intelijennya terhadap aksi-aksi kedua negara tersebut yang dapat merugikan  dan mengusik kedaulatan Fiji. Kedua negara tersebut menurut Rabuka memang sengaja mengucilkan Fiji. Karena itu, FIS harus menaruh perhatian besar terhadap ulah kedua negara tersebut.(repro INTELIJEN)


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner