|
Selasa, 21 Februari 2012 18:41 |
|
Foto : Mustafa Harmus (www.naharnet.com)
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Turki membantah laporan di media Israel bahwa puluhan agen intelijen Turki telah ditangkap dan diinterogasi negara tetangganya, Suriah. Koran Israel, Ha'aretz melaporkan bahwa pada akhir pekan lalu, sedikitnya 40 agen intelijen Turki telah ditangkap militer Suriah dan diinterogasi.
Media Israel tersebut, juga menyatakan bahwa interogator militer Suriah telah mendapatkan pengakuan dari para perwira Turki yang telah ditangkap itu. Mereka disebutkan akan melakukan pemboman di Suriah dan operasi itu ditujukan untuk merusak keamanan negara.
Ha’aretz juga mengutip sebuah sumber di Suriah bahwa para perwira intelijen Turki itu dilatih badan intelijen Israel Mossad. Tak hanya itu, Mossad juga dituding telah melatih anggota oposisi, Tentara Pembebasan Suriah.
Media itu mengabarkan pula bahwa Ankara dan Damaskus telah terlibat dalam negosiasi intensif atas nasib 40 perwira intelijen Turki. Menurut Ha'aretz, Suriah juga telah menawarkan untuk membebaskan orang-orang Turki. Dan sebagai balasannya, Ankara akan mengekstradisi beberapa pembelot Suriah yang mendapatkan suaka politik di Turki pada beberapa bulan terakhir.
Damaskus kabarnya juga menegaskan bahwa Turki mengambil langkah segera untuk mencegah penyelundupan senjata dan perlengkapan militer untuk Angkatan Darat Tentara Pembebasan Suriah.
Namun dalam pernyataan pers singkat pada hari Senin 20/02/12, juru bicara Departemen Luar Negeri Turki mengatakan bahwa laporan di media Ha'aretz tidak benar. Koran Turki, Zaman mengutip sumber intelijen anonim Turki bahwa Ankara membantah laporan dari Israel itu.
Bantahan Turki itu datang kurang dari seminggu setelah terungkap bahwa seorang karyawan Badan Intelijen Nasional Turki (MIT) ditangkap karena mendalangi penculikan Kolonel Huseyin Mustafa Harmus, salah seorang pejabat paling senior militer Suriah yang telah membelot ke oposisi dan pendiri Tentara Pembebasa Suriah.
Harmus, membelot dari militer Suriah pada Juni 2011 dan telah menyeberangi perbatasan ke Turki. Ia tinggal di sebuah kamp yang diatur dan diawasi pemerintah Turki. Tapi Harmu? dieksekusi pekan lalu, setelah agen intel MIT menyerah dia untuk pemerintah Suriah dengan imbalan hadiah US$ 100 ribu. INTELIJEN
|