|
Jumat, 17 Februari 2012 10:00 |
|
Foto: Itar-Tass
INTELIJEN.co.id - Rusia menolak resolusi atas Suriah di Majelis Umum PBB, karena dianggap tidak seimbang dan hanya menargetkan pada satu sisi dari konflik, menurut Duta Besar Rusia di PBB, Vitaly Churkin.
Dia menggambarkan resolusi Mesir atas Suriah sebagai sebuah refleksi dari kecenderungan yang mengkhawatirkan dan upaya untuk mengisolasi pimpinan Suriah, menolak setiap kontak dengan rezim itu, dan memaksakan rumus penyelesaian politik dari luar.
"Kekerasan di Suriah harus dihentikan oleh semua pihak dan solusi yang diperlukan akan ditemukan hanya sebagai hasil dari proses politik yang dipandu oleh Suriah dan terbuka untuk semua," kata Churkin di Majelis Umum PBB seperti dilaporkan Itar-Tass, Jum'at, 17 Februari 2012.
Dia mengingatkan bahwa Rusia telah mengajukan beberapa kali perubahan untuk menyeimbangkan rancangan resolusi.
Perubahan, kata Churkin, digodok ke tuntutan non-konflik dan seimbang untuk semua kekuatan oposisi guna menjauhkan kelompok bersenjata terlibat dalam kekerasan dengan berhenti menyerang wilayah pemukiman dan kantor pemerintah.
Sementara, tambah Churkin yang menyesalkan draft perubahan telah diabaikan, Pasukan pemerintah juga harus menghentikan penembakan di kota dan menarik diri dari pemukiman.
"Dalam kondisi seperti itu, Rusia tidak punya cara lain selain memilih menentang," katanya sambil menegaskan bahwa Rusia akan melanjutkan upaya mempromosikan jalan keluar krisis di Suriah dan bekerja sama dengan semua pihak dengan landasan kepentingan rakyat Suriah, perdamaian dan keamanan regional dan landasan keamanan.
Majelis Umum PBB pada hari Kamis, 16 Februari 2012 menyetujui rancangan resolusi Mesir untuk Suriah. Resolusi didukung oleh 137 negara, 17 abstain, dan 12 menolak, termasuk Rusia dan Cina.
Resolusi mengecam pelanggaran berat hak asasi manusia dan kebebasan di Suriah oleh rezim Bashar al Assad dan menyerukan Damaskus untuk segera menghentikan pelanggaran dan melindungi penduduk.
|