|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Amerika Serikat telah menargetkan pemberian sanksi terhadap Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS) atas dugaan mendukung kelompok teroris dan pemerintah Suriah.
Departemen Keuangan AS telah membuat "daftar hitam" atau blacklist pelayanan terhadap Kementerian karena berperan sentral dalam melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Iran.
Blacklist menjadi sebuah langkah yang menghalangi orang-orang AS melakukan bisnis dengan lembaga tersebut, membekukan aset-asetnya di bawah yurisdiksi AS dan memberlakukan larangan visa untuk semua anggotanya.
Departemen Keuangan AS menuduh MOIS menyediakan keuangan, materi atau dukungan teknologi bagi Hizbullah, kelompok gerilyawan Syiah Lebanon, dan Hamas, sebuah gerakan Palestina yang menguasai Jalur Gaza, dan telah berpartisipasi dalam beberapa proyek bersama dengan Hizbullah dalam meng-hacking komputer.
Washington telah lama memberikan cap kepada Hizbullah dan Hamas sebagai organisasi teroris.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa sebagai lembaga intelijen utama Iran, MOIS juga diduga telah memfasilitasi gerakan al-Qaeda di Iran dan memberikan mereka dokumen berupa kartu identitas dan paspor, selain menyediakan uang dan senjata kepada al-Qaida di Irak.
"Hari ini kami telah menandai (blacklist) MOIS atas penyalahgunaan hak-hak asasi manusia warga negara Iran dan mengekspor praktek-praktek kejam untuk mendukung aksi-aksi kekerasan rezim Suriah terhadap warganya sendiri," kata Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, David Cohen, Kamis, 16 Februari 2012 di Washington, seperti dikutip Xinhua.
"Selain itu, kami menandai MOIS atas dukungannya kepada kelompok teroris, termasuk Al-Qaeda, al-Qaida di Irak, Hizbullah dan Hamas, yang sekali lagi memperlihatkan sejauh mana dukungan Iran terhadap terorisme sebagai masalah kebijakan negara Iran," Cohen menambahkan.
Beberpa hari terakhir, muncul tuduhan, Iran dituduh berada di balik serangan bom di India, Georgia dan Thailand yang menargetkan warga Israel. Tuduhan yang dibantah oleh republik Islam itu, dan balik mengatakan agen-agen Israel yang seringkali melakukan aksi-aksi teror.
AS dan Uni Eropa telah menargetkan perluasan sanksi terhadap bank sentral Iran dan ekspor minyak negara itu sebagai upaya mereka menekan Teheran untuk menghentikan kegiatan pengayaan uranium.
Washington telah memberlakukan sanksi terhadap Angkatan Bersenjata Iran, Korps Garda Revolusi-Quds dan polisi nasional negara itu atas dugaan dukungan institusi-institusi itu kepada pemerintah Suriah.
|