|
Jumat, 03 Februari 2012 19:36 |
|
Mantan Direktur CIA, CIA, R. James Woolsey (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan Israel dalam melihat masalah nuklir Iran, dikritik oleh mantan Direktur CIA, R. James Woolsey.
Dalam bagian pembicarannya dengan Arutz Sheva, pada Kamis, 2 Februari 2012, di sela-sela Konferensi Herzliya di Yerusalem, Israel, Woosley membicangkan tentang hubungan antara Israel dan Amerika Serikat, dan di antaranya menyinggung ketegangan dengan pemerintahan Obama dan hubungan umum antara Amerika Serikat dan Israel.
"Saya pikir masih ada beberapa ketegangan dengan pemerintahan Obama. Hanya saja saya tidak berpikir ada ketegangan mendasar antara Israel dan Amerika Serikat, "katanya.
Dia menambahkan pemikiran pemerintahan Obama untuk "membuat baik" dengan Iran dan Suriah yang diharapkan oleh Obama dapat berjalan, ternyata tidak berhasil. Dan justru memunculkan ketegangan dengan Israel.
"Pemerintahan Obama berpikir bahwa "membuat baik" dengan Iran dan Suriah akan dapat berjalan, tetapi itu tidak berhasil. Ini tidak bekerja dengan baik, dan saya berharap bahwa Pemerintahan Obama belajar bahwa seseorang lebih baik tetap dekat dengan sahabat-sahabatnya daripada menjilat kepada seorang musuh," kata Wosley.
Amerika Serikat berbeda pandangan dengan Israel dalam merespon Iran atas program nuklirnya.
Dalam beberapa kesempatan, Israel menyatakan keinginannya untuk melakukan aksi sepihak untuk menyerang Iran, tetapi pemerintahan Obama menentangnya dengan mengedepankan pemberian tekanan sanksi terhadap lembaga keuangan dan ekspor minyak Iran. Sanksi ini didukung penuh oleh negara-negara Eropa.
|