|
Jumat, 03 Februari 2012 15:56 |
|
Revolusi Libya (Foto: sootahrarsyria.com)
INTELIJEN.co.id - Revolusi yang terjadi di Timur Tengah, berkemungkinan akan jatuh ke fase kehancuran. Pandangan itu dikemukakan oleh mantan Direktur CIA, R. James Woolsey, dalam mengkritisi situasi keamanan Timur Tengah pasca "Arab Spring".
Berbicara kepada Arutz Sheva di sela-sela Konferensi Herzliya di Yerusalem, Israel, pada Kamis, 2 Januari 2012, Woolsey memberikan pandangan tentang bagian-bagian revolusi.
Menurutnya revolusi biasanya dibagi menjadi tiga fase. Pertama, sangat antusias. kedua, adalah ketika kaum liberal mengambil alih dan mereka terlihat seperti akan mengeluarkan masalah dengan baik. Dan, ketiga, adalah apa yang disebut bagian "tidak-menarik"
"Kita mengharapkan sejumlah revolusi Arab dapat berbelok, sebelum mereka sampai ke suatu yang paling tidak menarik, fase ketiga" katanya.
Dia menambahkan bahwa ada banyak kemajuan negara-negara yang mengalami revolusi dari masa-masa kediktatoran, dan ke depan rakyat dapat mengatur diri mereka sendiri, tapi itu jauh dari sempurna dan ada banyak ketidakpastian.
"Kami tidak tahu di mana revolusi-revolusi Arab sesungguhnya, salah satu dari mereka, akan berjalan," kritiknya.
|