|
Foto: IRNA
INTELIJEN.co.id - Pengawas atom PBB, IAEA mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, 1 Februari 2012, bahwa pihaknya akan mengadakan pembicaraan baru dengan Iran di Teheran pada 21-22 Februari.
IAEA menambahkan bahwa hal itu adalah komitmen untuk mengintensifkan dialog.
Kepala inspektur nuklir PBB, Herman Nackaerts, kepada wartawan sekembalinya dari perjalanan tiga hari ke Teheran mengatakan bahwa enam anggota timnya telah melakukan kunjungan yang baik.
"Kami punya tiga hari diskusi intensif tentang semua prioritas kita. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua isu yang beredar, dan Iran mengatakan mereka berkomitmen juga," kata Nackaerts di bandara Wina, Swiss, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA.
"Tapi tentu saja masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami telah merencanakan perjalanan lain dalam waktu sangat dekat."
"Badan ini berkomitmen untuk mengintensifkan dialog. Ini tetap penting untuk membuat kemajuan pada isu-isu substantif," kata Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, dalam sebuah pernyataan pada saat mengumumkan tanggal baru bagi pembicaraan.
Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan kepada media Iran bahwa pembicaraan dengan IAEA berlangsung baik, dan disepakati untuk melanjutkan pembicaraan berikutnya.
"Delegasi tersebut memiliki beberapa pertanyaan tentang dugaan penelitian (dalam laporan bulan November), kita telah membahasnya dengan sangat baik," kata Salehi, yang menambahkan bahwa tim pengawas dari IAEA tidak mengunjungi situs nuklir, tapi pihaknya siap untuk memfasilitasi kunjungan tersebut jika IAEA menginginkannya.
Tim IAEA yang dipimpin oleh Kepala inspektur nuklir PBB, Herman Nackaerts, asisten badan atom yang berbasi di Wina tersebut, Rafael Grossi, berkunjung tiga hari ke Iran dan melakukan negosiasi dengan para pejabat Iran sejak hari Minggu.
Belum ada hasil konkrit dari negosiasi selain kesepakatan untuk mengintensifkan kembali dialog melalui perundingan baru yang direncanakan 21-22 Februari dua pekan ke depan.
Pihak Iran sendiri menyatakan siap untuk bernegosiasi dengan kekuatan-kekuatan dunia dan melakukan pembicaraa kembali, setelah pembicaraan sebelumnya yang diadakan tahun lalu di Istambul, Turki berakhir tanpa kemajuan.
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, seperti dikutip IRNA, menegaskan bahwa Teheran tidak menghindari negosiasi dan siap untuk duduk dengan kekuatan dunia seperti Inggris, Cina, Perancis, Rusia, Amerika Serikat, dan Jerman untuk melakukan pembicaraan.
|