Selasa, 22/05/2012 14:43 WIB

Intelijen

Home Warta Mantan Parlemen Malaysia: Intelijen Asing Inginkan Perubahan Rezim
Mantan Parlemen Malaysia: Intelijen Asing Inginkan Perubahan Rezim
Rabu, 01 Februari 2012 19:10

Foto: anwaribrahim.infoFoto: anwaribrahim.info

INTELIJEN.co.id -  Organisasi mantan anggota parlemen Malaysia (Mubarak) mengungkapkan kekhawatiran semakin intensifnya gangguan kekuatan asing dalam politik Malaysia menjelang pemilihan umum ke-13 pertengahan tahun ini.

Kekhawatiran muncul menyusul pernyataan Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim dalam mendukung semua langkah-langkah untuk melindungi keamanan Israel seperti dimuat The Wall Street Journal, kantor berita Bernama melaporkan, Selasa, 31 Januari 2012, dengan mengutip pernyataan Kepala Informasi Mubarak, Datuk Abdul Rahman Sulaiman.

"Mubarak ingin mengingatkan Malaysia untuk lebih berhati-hati dalam mengevaluasi perkembangan politik di negara ini dalam persiapan menuju pemilihan umum ke-13 yang diharapkan akan diadakan segera," kata Abdul Rahman.

Dia mengatakan Anwar telah bersusah payah terbang ke Washington untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada isu Palestina setelah pernyataannya di Dewan Rakyat pada bulan Maret tahun lalu mendapat kecaman para pemimpin Yahudi di seluruh dunia.

"Pada sidang Dewan Rakyat, Anwar mengklaim bahwa konsep 1 Malaysia yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak adalah disalin dari konsep rezim Zionis. Ini mengundang kritik para pemimpin Yahudi," kata Abdul Rahman menjelaskan pernyataan Anwar saat itu.

Abdul Rahman mengatakan pernyataan terbaru Anwar (seperti dimuat The Wall Street Journal) jelas menunjukkan bahwa ia ingin mendapat dukungan dari pihak eksternal, khususnya lobi Yahudi, untuk memenangkan pemilihan umum berikutnya.

Dia mengatakan penting bagi Malaysia untuk memahami perkembangan dan membuat sebaik mungkin evaluasi dalam pemilihan umum berikutnya.

"Mereka harus menyadari bahwa desas-desus campur tangan dicoba oleh kekuatan asing untuk melaksanakan perubahan rezim di Malaysia bukan omong kosong belaka, tetapi ancaman nyata dan menakutkan," katanya.

Abdul Rahman mengatakan bukanlah kejutan jika operasi intelijen Yahudi yang berbasis di beberapa negara tetangga sibuk bekerja untuk mewujudkan perubahan itu.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner