|
Phobos-Grunt (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Komisi antar departemen yang dibentuk Pemerintah Rusia untuk menyelidiki kegagalan misi Phobos-Grunt, menetapkan bahwa jatuhnya pesawat ruang angkasa tersebut karena kesalahan progammer.
Hasil analisis komisi yang dipimpin oleh Yuri Koptev, presiden dewan ilmiah dan teknis Rostechnologia Corporation, disampaikan pada Senin, 31 januari 2012, kepada Kepala Badan Ruang Angkasa Federal (Roscosmos), Vladimir Popovkin.
Dampak eksternal yang disebut-sebut sebagai penyebab kegagalan, juga dianalisis oleh komisi, yang menyimpulkan bahwa hal itu tidak didukung oleh fakta-fakta, koran lokal, Kommersant, melaporkan seperti dilansir Itar-Tass.
Komisi sampai pada kesimpulan bahwa alasan yang paling mungkin dari kegagalan adalah karena kesalahan yang dibuat selama pemrograman pada keruwetan papan komputer Phobos.
Phobos-Grunt, Komersant menulis, diluncurkan pada malam tanggal 8 November 2011 dari kosmodrom Baikonur dengan roket pendorong Zenit-2SB. Phobos berhasil dipisahkan dari roket secara normal, tetapi beberapa jam kemudian mesin tidak menyala.
Akibatnya, Phobos tetap pada dasar orbit dekat Bumi sampai 15 Januari, ketika, menurut informasi dari Pasukan Pertahanan Ruang Angkasa Rusia, puing-puing tenggelam di Pasifik sejauh 1.250 kilometer dari Pulau Wellington, Chile.
Menurut Kommersant, laporan akhir komisi mengatakan bahwa alasan utama kegagalan itu adalah karena kegagalan program, yang terbawa dari keruwetan saluran kerja pada papan komputer untuk menghidupkan kembali mesin.
Seorang sumber dari industri luar angkasa mengatakan kepada Kommersant bahwa anggota komisi menolak semua penjelasan yang berhubungan dengan dampak eksternal penyebab kegagalan Phobos.
Sebelumnya, disebut-sebut bahwa kegagalan Phobos, ada kemungkinan disebabkan oleh faktor eksternal. Sumber Kommersant mengatakan dampak bisa berasal dari radar milik AS di Kepulauan Marshal, samudra Atalantik, yang memonitor lintasan asteroid pada saat peluncuran Phobos-Grunt. (baca: Radar AS, Picu Jatuhnya Satelit Phobos Rusia)
|