|
Rabu, 01 Februari 2012 11:19 |
|
Indian Air Force (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Perusahaan Dassault Rafale Prancis, Selasa, 31 Januari 2012, memenangkan kontrak terbesar yang pernah dilakukan dengan militer India untuk memasok 126 pesawat tempur untuk angkatan udara. Dassault Rafale mengalahkan saingan dari Eropa, EADS, dalam kontrak multi-miliar dolar AS.
Perusahaan asal Prancis itu dinyatakan sebagai penawar terendah, berdasarkan persyaratan kontrak di bawah prosedur pengadaan pertahanan India, Press Trust India melaporkan mengutip beberapa sumber yang mengatakan soal kontrak itu.
"Perusahaan Dassault Rafale Perancis telah muncul sebagai L-1 (penawar terendah) dan lebih murah daripada saingannya, EADS Eropa (pembuat Euro-fighter) dalam tender dan akan ditawarkan untuk memasok pesawat untuk angkatan udara India," kata sumber itu.
Sumber-sumber itu mengatakan bahwa wakil dari Dassault di India telah diberikan informasi mengenai perkembangan itu dan negosiasi lebih lanjut tentang harga akan diselenggarakan dengan mereka dalam 10-15 hari ke depan.
Hanya, mereka menambahkan, kontrak tersebut akan ditandatangani dalam tahun anggaran berikutnya. Pemerintah India telah mengalokasikan pada tahun 2007 crore Rs 42.000 untuk kesepakatan.
Menurut Request for Proposal (RFP), pemenang kontrak harus menyediakan 18 dari 126 pesawat untuk angkatan udara India dalam 36 bulan dari fasilitas perusahaan mereka dan sisanya akan diproduksi di fasilitas HAL di Bangalore.
Enam perusahaan, termasuk F-16 dan Amerika, MiG 35 Rusia, Saab Gripen Swedia bersama dengan Euro-fighter dan Dassault Rafale, berada di pertarungan awal.
Tapi pada April tahun lalu, Kementerian Pertahanan memilih Dassault dan EADS, menolak tawaran Amerika, Rusia dan Swedia.
|