|
Selasa, 31 Januari 2012 20:34 |
|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai menggeliat, setidaknya istilah itu dapat diberikan terhadap kebijakan dan "political will" pemerintah akhir-akhir ini yang berusaha memodernisasi alat utama persenjataan TNI untuk paling tidak dapat memenuhi standar minimum essential force (MEF).
Tujuan jangka panjang, tentu saja agar persenjataan TNI dapat sejajar dengan negara-negara teangga, dan meningkatnya kemampuan personilnya dalam menghadapi tantangan masa depan.
Pada matra udara, TNI Angkatan Udara telah memiliki sepuluh pesawat tempur Sukhoi dan siap terkirim dua armada baru Su-30MK2 pada 2014, dari total enam pesawat tempur yang dipesan dari Rusia tersebut. Selain itu, terdapat beberapa pesawat F-16 yang berusia tua.
Pada matra laut, pemerintah telah memesan tiga kapal selam merek baru dari sebuah perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, untuk menambah dua armada kapal selam yang sekarang dimiliki TNI Angkatan Laut, KRI Cakra dan Nanggala.
Pembangunan kapal selam tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Januari tahun 2012 di bawah skema transfer teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan.
Sementara pada matra darat, pemerintah berusaha membeli alutsista dari negara Eropa. Di antara peralatan yang akan dibeli adalah tank, helikopter tempur dan transportasi, dan peralatan pesawat tanpa awak. Disebut-sebut, pesawat tanpa awak buatan Israel akan menjadi pilihan.
Pemilihan pembelian ke negara-negara Eropa, berupaya memanfaatkan krisis ekonomi yang sedang terjadi di kawasan itu sehingga memungkinkan pembelian lebih murah. Negosiasi juga telah dilakukan oleh TNI ke banyak negara, dengan alokasi anggaran sekitar 14 triliun rupiah pada 2011 dan 2012.
Berbagai pertimbangan dan prioritas pembelian telah dilakukan, yang diharapkan semua peralatan dapat terpenuhi pada 2014.
Selain itu, terkait peningkatan kemampuan personil, pemerintah juga telah membuat kebijakan penanganan terorisme secara bersama antara TNI dan Polri. Latihan gabungan kedua institusi yang melibatkan ribuan personil telah dilakukan beberapa kali, pada tahun lalu.
|