Selasa, 22/05/2012 14:39 WIB

Intelijen

Home Warta Geliat Baru Modernisasi Alutsista TNI
Geliat Baru Modernisasi Alutsista TNI
Selasa, 31 Januari 2012 20:34

Foto: IstimewaFoto: Istimewa

INTELIJEN.co.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai menggeliat, setidaknya istilah itu dapat diberikan terhadap kebijakan dan "political will" pemerintah akhir-akhir ini yang berusaha memodernisasi alat utama persenjataan TNI untuk paling tidak dapat memenuhi standar minimum essential force (MEF).

Tujuan jangka panjang, tentu saja agar persenjataan TNI dapat sejajar dengan negara-negara teangga, dan meningkatnya kemampuan personilnya dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pada matra udara, TNI Angkatan Udara telah memiliki sepuluh pesawat tempur Sukhoi dan siap terkirim dua armada baru Su-30MK2 pada 2014, dari total enam pesawat tempur yang dipesan dari Rusia tersebut. Selain itu, terdapat beberapa pesawat F-16 yang berusia tua.

Pada matra laut, pemerintah telah memesan tiga kapal selam merek baru dari sebuah perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, untuk menambah dua armada kapal selam yang sekarang dimiliki TNI Angkatan Laut, KRI Cakra dan Nanggala.

Pembangunan kapal selam tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Januari tahun 2012 di bawah skema transfer teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan.

Sementara pada matra darat, pemerintah berusaha membeli alutsista dari negara Eropa. Di antara peralatan yang akan dibeli adalah tank, helikopter tempur dan transportasi, dan peralatan pesawat tanpa awak. Disebut-sebut, pesawat tanpa awak buatan Israel akan menjadi pilihan.

Pemilihan pembelian ke negara-negara Eropa, berupaya memanfaatkan krisis ekonomi yang sedang terjadi di kawasan itu sehingga memungkinkan pembelian lebih murah. Negosiasi juga telah dilakukan oleh TNI ke banyak negara, dengan alokasi anggaran sekitar 14 triliun rupiah pada 2011 dan 2012.

Berbagai pertimbangan dan prioritas pembelian telah dilakukan, yang diharapkan semua peralatan dapat terpenuhi pada 2014.

Selain itu, terkait peningkatan kemampuan personil, pemerintah juga telah membuat kebijakan penanganan terorisme secara bersama antara TNI dan Polri. Latihan gabungan kedua institusi yang melibatkan ribuan personil telah dilakukan beberapa kali, pada tahun lalu.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner