|
Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Di tengah tekanan sanksi minyak oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, Iran justru kembali menunjukkan kemajuan industri pertahanannya.
Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, di Teheran, Selasa, 31 Januari 2012, memperkenalkan dua proyek pertahanan yang penting dalam menyambut ulang tahun ke-33 kemenangan Revolusi Islam, kantor berita Irna melaporkan.
Menteri meresmikan jalur produksi massal kotak hitam (black box) yang sesuai untuk beberapa jenis pesawat, dan juga sebuah proyek untuk meningkatkan sistem anti-udara pintar (intelligent anti-air system) untuk ketinggian rendah, berupa satelit dan satelit pembawa rudal.
Berpidato pada upacara peresmian, Vahidi menghargai usaha para ilmuwan muda Iran dalam mengembangkan proyek-proyek, yang menurutnya, dianggap sebagai langkah besar dalam swasembada industri pertahanan dalam negeri.
Dia juga menyebut peresmian proyek sebagai tanda-tanda yang jelas inefisiensi sanksi terhadap Iran dan menekankan bahwa dengan intensifikasi sanksi, kehendak dan kemampuan dari para ahli Iran akan menjadi lebih kuat.
Sepuluh hari upacara tahunan yang menandai ulang tahun kemenangan Revolusi Islam 1979 di Iran, akan mulai besok.
Pekan lalu, Barat meningkatkan tekanan terhadap Iran atas tuduhan pengembangan program senjata nuklir.
Uni-Eropa, pada Senin, 23 Januari 2012, mensahkan larangan impor minyak dari Iran, dan setuju untuk membekukan aset Bank Sentral Iran, bergabung dengan tindakan yang ditetapkan sebelumnya oleh Amerika Serikat. Sanksi, akan sepenuhnya ditegakkan pada 1 Juli. (baca: Menteri Intelijen Iran: Sanksi Barat terhadap Minyak Iran Tidak akan Efektif)
Perkembangan itu, memunculkan kekhawatiran semakin memburuknya situasi politik regional dan ekonomi global, khususnya dengan meningkatnya harga minyak dunia.
|