Selasa, 22/05/2012 14:37 WIB

Intelijen

Home Warta "Great Green", Armada Masa Depan Angkatan Laut AS
"Great Green", Armada Masa Depan Angkatan Laut AS
Selasa, 31 Januari 2012 16:20

Armada Angkatan Laut AS, berikutnya akan gunakan bahan bakar biofuel (Foto: ABC News/Reuters)Armada Angkatan Laut AS, berikutnya akan gunakan bahan bakar biofuel (Foto: ABC News/Reuters)

INTELIJEN.co.id - Ketidakstabilan politik atau situasi politik tidak bersahabat di negara-negara penghasil minyak, semakin mendorong Amerika Serikat dan sekutunya, Australia, untuk mengembangkan biofuel sebagai bahan bakar armada perangnya.

Angkatan laut Amerika Serikat, US Navy, bahkan sudah merencanakan untuk memiliki setengah dari armadanya menggunakan bahan bakar alternatif tersebut pada akhir dekade ini. Dan Australia diharapkan siap mendukung dengan menjadi produsen.

Rencana itu mengemuka dalam sebuah konferensi internasional tentang biofuel dan pelayaran di Sydney, Selasa, 31 januari 2012, seperti dilaporkan ABC News.

Wakil Asisten Sekretaris US Navy untuk energi, Tom Hicks, mengatakan bahwa bahan bakar alternatif sudah didukung beberapa mesin dunia yang paling maju dalam beberapa situasi yang paling menantang.

"Kami telah menguji (bahan bakar alternatif) di semua pesawat berawak dan tak berawak kami, dan kami akan melalui proses dan menyelesaikan pengujian dari semua kapal permukaan kami," katanya, sembari menambahkan bahwa Australia juga memiliki platform pertahanan yang canggih, khususnya F-18 Hornet yang dapat melaju 1,7 kali kecepatan suara.

Hicks berada di Australia untuk konferensi bahan bakar yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Amerika Serikat dan Australia, dan mengunjungi produsen biofuel untuk mencari produk listrik bagi generasi persenjataan ke depan.

Dia mengatakan rencana Angkatan Laut AS tidak hanya mengenai perubahan bahan bakar alternatif untuk armadanya, tapi lebih fundamental lagi untuk mengubah sumber dan produsen bahan bakar di masa depan.

"Ini juga tentang sesuatu yang benar-benar fundamental untuk mengubah apa, di mana, dan dari siapa kita membeli bahan bakar di masa depan. Jika Anda berpikir tentang kebanyakan bahan bakar yang kita beli hari ini, datang dari tempat-tempat yang secara politis tidak stabil atau sering secara politis tidak bersahabat tidak hanya untuk AS tetapi kepentingan sekutu kita," katanya.

Susan Pond,  dari Pusat Studi Amerika, mengatakan bahwa produsen biofuel Australia harus siap untuk peningkatan permintaan.

"Untuk industri Australia, itu memberikan kita suatu katalis dan target, meskipun itu akan menjadi satu titik dalam waktu dan volume yang relatif rendah, tapi jelas memberikan sebuah target bagi tujuan industri, untuk menjadi industri komersial dan sangat berharga untuk negara ini, "katanya.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner