|
F-35 Lightning II Amerika Serikat (Foto: wikipedia.org)
INTELIJEN.co.id - Sebagian kalangan di Jepang sempat mengkhawatirkan, bahwa pemesanan pembelian pesawat tempur generasi terbarunya, F-35 Lightning II, dari Amerika Serikat, akan mengalami keterlambatan, seiring kebijakan pemotongan anggaran pertahanan negara Paman Sam.
Namun, meski ada kekhawatiran, pihak kementerian pertahanan Jepang tetap meyakini bahwa tidak akan ada pergeseran dari jadwal yang telah ditentukan dalam pembelian pesawat.
Menteri Pertahanan Naoki Tanaka, pada Jum'at pekan lalu, sebagaimana dikutip Xinhua, mengatakan ia melihat tidak ada jadwal perubahan dari Amerika Serikat untuk memberikan pesawat tempur F-35 kepada Jepang pada tahun anggaran 2016 sesuai yang disepakati sebelumnya.
Tanaka juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak ada keberatan atas pemilihan pesawat tempur F-35 yang akan digunakan sebagai andalan tempur Pasukan Bela Diri-Udara (ASDF) Jepang pada masa mendatang.
Ia pun mengatakan akan mengirim wakil menteri pertahanan urusan parlemen, Hideo Jimpu, ke Amerika Serikat untuk mendiskusikan hal itu dengan pejabat Pentagon dan pejabat senior Locheed Martin, perusahaan pembuat F-35.
Kementerian Pertahanan Jepang, Desember 2011 lalu, telah memilih pesawat tempur F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat sebagai generasi berikutnya pesawat tempur ASDF, menggantikan pesawat tempur lama, F-4s. (baca: Imbangi Cina, Jepang Pilih F-35 sebagai Andalan Tempur Udaranya)
Kementerian menyatakan rencananya untuk membeli total 42 pesawat siluman itu. Empat yang pertama akan diserahkan pada tahun anggaran 2016 dengan harga, masing-masing 9,9 milyar yen atau sekitar 116 miliar rupiah.
Menteri Pertahananan Amerika Serikat, Leon Panetta, dalam beberapa pernyataan menyampaikan bahwa pemerintahnya berencana untuk mengurangi 100.000 pasukan dari Angkatan Darat dan Marinir dalam angkatan bersenjata negaranya selama 5 tahun ke depan.
Kebijakan baru, disebutkan mantan Direktur CIA itu, akan mengedepankan beberapa pesawat dan kapal perang pensiunan, sebagai bagian dari rencana memangkas anggaran pertahanan sekitar 490 miliar dolar AS selama dekade berikutnya untuk membantu mengatasi krisis utang negara.
Amerika Serikat, dikatakan Panetta kepada rekannya dari Jepang, juga akan mengurangi penyebaran pesawat tempur F-35.
Sebelumnya, Pentagon disebut-sebut ikut mendorong Jepang untuk meningkatkan kemampuan angkatan udaranya, berhubungan dengan usaha pengamanan di kawasan Asia Pasifik, termasuk dengan menawarkan kepada Jepang terlibat kerjasama pengembangan F-35. (baca: F-35, Perubahan Kebijakan Industri Militer Jepang, dan Dukungan Pentagon)
|