|
Senin, 30 Januari 2012 21:02 |
|
Foto: abnnewswire.net
INTELIJEN.co.id - Pemerintah telah mencabut ijin eksplorasi pertambangan emas yang diberikan kepada perusahaan tambang Australia menyusul protes oleh massa atas penambangan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, yang dikenal dengan "Insiden Sape" dan protes lanjutan Minggu kemarin.
Pemberian ijin eksplorasi diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTB pada 2010, kepada Arc Exploration Australia dan perusahaan tambang lokal Sumber Mineral Nusantara. Proyek ini mencakup sekitar 250 kilometer persegi di Pulau Sumbawa, NTB.
Sebuah insiden berdarah, terjadi pada akhir Desember tahun lalu. Polisi yang membubarkan secara paksa massa yang menduduki Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB, yang menolak keberadaan pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara, mitra lokal Arc Exploration, mengeluarkan tembakan dan menewaskan tiga peserta aksi massa.
Keputusan untuk mencabut izin Arc Exploration dilakukan setelah setelah ribuan orang kembali melakukan demonstrasi menentang operasi penambangan, Minggu, 29 Januari 2012.
Massa membakar gedung-gedung pemerintah dan atas alasan stabilitas keamanan di daerah, Bupati Bima, Ferry Zulkarnain memutuskan untuk mencabut secara permanen ijin pertambangan Arc dan mitra lokalnya PT SMN.
Arc Exploration, telah menghentikan sementara kegiatan eksloprasi emasnya di Pulau Sumbawa setelah terjadinya "insiden Sape". Pengumuman penghentian kegiatan dilakukan pada 28 Desember 2011. Perusahaan asal Australia ini juga membantah terlibat dalam insiden. (baca: Arc Exploration Australia, Bantah Terlibat "Insiden Sape")
|