|
Foto: AFTONBLADET/REUTERS
INTELIJEN.co.id - Empat negara telah mencabut travel warning untuk Thailand, yang dikeluarkan awal bulan ini di tengah kekhawatiran kemungkinan serangan teroris mungkin, Departemen Luar Negeri negeri gajah putih itu mengatakan pada akhir pekan lalu, seperti dilaporkan Bangkok Post.
Keempat negara tersebut adalah Israel, Cina, Perancis dan Jerman, kata Jesda Katavetin, wakil direktur jenderal kementerian Departemen Informasi.
"Israel dan Cina telah benar-benar membatalkan peringatan terorisme mereka, sementara Perancis dan Jerman merevisi peringatan ancaman mereka hanya mencakup pemberontakan militan Islam di Selatan negara itu," kata Jesda.
Ia menambahkan bahwa Israel adalah negara pertama yang mengeluarkan peringatan kepada warganya setelah polisi menangkap tersangka teroris, Atris Hussein, seorang yang diduga anggota Hizbullah, di bandara Suvarnabhumi pada 12 Januai 2012.
Awalnya diyakini bahwa kelompok-kelompok teroris mungkin merencanakan serangan di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh orang asing di Bangkok. Tetapi investigasi berikutnya polisi menemukan sebuah gedung yang digunakan untuk menyimpan bahan pembuat bom di luar ibukota, dan pihak berwenang mengatakan bom ditujukan untuk negara lain, target overseas. (baca: Bom Direncanakan untuk Sasaran Overseas)
Meski demikian, menurut Jesda, travel warning yang dikeluarkan oleh 18 kedutaan asing lainnya, termasuk Amerika Serikat tetap berlaku, yang menambahkan bahwa pencabutan peringatan ancaman oleh Israel akan mendorong negara-negara lain untuk membatalkan atau mengurangi peringatan.
Sebelumnya, Israel, memang merasa yang paling terancam oleh isu teroris di Thailand ini. Kelompok warga Israel di Thailand bahkan terus bersiaga, menyusul tertangkapnya teroris Atris Hussein. (baca: Teroris di Thailand, Ancam Keamanan Warga Israel di Negara Itu)
Sementara itu, dalam wawancara dengan media Swedia, tersangka teroris menyatakan bahwa bahan-bahan peledak yang ditemukan polisi Thailand, adalah bukan miliknya dan kemungkinan itu sengaja ditempatkan oleh Mossad. (Baca: Bahan Peledak Milik Teroris di Thailand, Operasi Mossad)
|