|
Menteri pertahanan AS, Leon Panetta (Foto: Israel National News/Wikipedia/Department of Defense)
INTELIJEN.co.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Leon Panetta, memperingatkan bahwa Iran bisa mengembangkan sebuah bom nuklir dalam satu tahun, dan menegaskan bahwa AS akan melakukan apapun untuk menghentikannya.
"Amerika Serikat, dan presiden memperjelas hal ini, tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir. Itu garis merah untuk kami. Dan itu garis merah yang jelas untuk Israel. Jadi kami berbagi tujuan bersama di sini. Jika kami harus melakukannya, kami akan melakukannya," kata Panetta dalam sebuah wawancara di program "60 Minutes" stasiun televisi CBS, pada Minggu, 29 Januari 2012, yang dilansir Israel National News.
Dia menambahkan, bahwa jika Iran melanjutkan program nuklirnya dan informasi intelijen membenarkan hal itu, maka langkah apapun akan dilakukan negaranya.
"Jika mereka melanjutkan (program nuklir) dan kita mendapatkan data intelijen bahwa mereka melanjutkan dengan mengembangkan senjata nuklir maka kita akan mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk menghentikannya," kata Panetta.
Ketika ditanya apakah "langkah apapun yang diperlukan" itu mencakup langkah-langkah militer, Panetta menjawab, "Tidak ada pilihan dari perundingan."
Pernyataan tersebut sangat mirip dengan yang pernah dibuat Panetta dalam sebuah wawancara juga dengan CBS, pada bulan Desember tahun lalu. Dalam wawancara itu dia mengatakan bahwa Iran sekitar satu tahun atau kurang sedikit mencapai "Nuclear-Day", tapi AS akan menghentikannya, tidak peduli apapun. (baca: Leon Panetta: AS Tidak akan Biarkan Iran Membuat Bom Nuklir)
Dalam wawancara ulang hari Minggu Panetta memperkirakan bahwa Iran akan mampu menghasilkan bom nuklir dalam setahun.
"Konsensus untuk itu, jika mereka memutuskan melakukannya, itu mungkin akan membawa mereka sekitar setahun untuk dapat menghasilkan bom, dan kemungkinan satu sampai dua tahun lagi menempatkannya pada kendaraan pembawa dari beberapa macam senjata itu," katanya.
AS mengkhawatirkan bahwa Israel akan melancarkan serangan militer terhadap Iran tanpa peringatan sebelumnya. Ketua Gabungan Kepala Staf angkatan bersenjata AS, Jenderal Martin Dempsey, mengunjungi Israel awal bulan ini dan bertemu dengan pejabat tinggi Israel mengenai isu tersebut.
Dempsey mengakui pekan lalu bahwa Israel melihat ancaman Iran berbeda dari yang dilakukan AS.
"Kita harus mengakui bahwa mereka melihat ancaman yang berbeda dari yang kita lakukan. Ini eksistensial bagi mereka, "katanya seperti dikutip Israel National News, seraya menambahkan bahwa intervensi yang dilakukan AS adalah untuk mencari solusi yang kreatif.
"Intervensi saya dengan mereka adalah tidak mencoba untuk membujuk mereka kepada cara berpikir saya atau memungkinkan mereka untuk membujuk saya bagi kepentingan mereka, melainkan untuk mengakui kompleksitas dan berkomitmen mencari solusi yang kreatif, solusi tidak sederhana," kata Dempsey.
|