|
Foto: 51junshi.com
INTELIJEN.co.id - Beberapa waktu lalu Presiden Amerika Serikat, di Pentagon, menyampaikan sebuah pedoman strategis baru bagi pertahanan negaranya di bawah era penghematan.
Strategi, memerintahkan struktur pasukan darat konvensional yang lebih kecil. Sementara investasi kemampuan difokuskan kepada kebutuhan masa depan termasuk intelijen, pengawasan dan pengintaian, serta kontraterorisme.
"Militer kami akan lebih ramping, tapi gesit, fleksibel dan siap untuk berbagai kemungkinan dan ancaman," kata Obama.
Meski demikian, untuk pertahanan luar negerinya, Amerika Serikat tetap memperkuat keberadaan pasukannya di kawasan Asia Pasifik, di Darwin, Australia, dan positioning di Asia Tenggara. Sasarannya, adalah untuk mengimbangi pembangunan kekuatan militer dan pengaruh Cina di kawasan ini.
Pada saat Amerika Serikat menerapkan pedoman strategis pertahanannya yang baru tersebut, Cina, menanggapi dengan pernyataan yang dingin. Negara sosialis terbesar di Asia ini berharap agar posisi negara dan militernya di kawasan, diperlakukan secara objektif dan rasional.
"Cina berharap agar AS dapat mengikuti tren zaman dengan memperlakukan Cina dan militer Cina secara objektif dan rasional, berbicara dan bertindak hati-hati, dan melakukan lebih banyak yang kondusif untuk pengembangan hubungan Cina-AS dan hubungan antara militer kedua negara, serta perdamaian dan stabilitas regional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Cina, Geng Yansheng.
Hanya saja, di internal kekuatan pertahanan Cina sendiri, kesiapan pasukan tetap menjadi fokus pertahanan strategisnya.
Terkait hal itu, beberapa hari lalu, Komisi Pusat Militer Cina (CMC) telah mengeluarkan pedoman untuk meningkatkan budaya militer yang canggih sebagai kebutuhan mendesak membangun tentara, sambil mempertahankan sifat dan kualitas ideologis dan politis.
Budaya militer canggih tersebut, menurut pedoman yang disetujui Ketua CMC, Hu Jintao, akan digabungkan dengan "kekayaan spiritual" tentara Cina selama perjuangan panjang di bawah kepemimpinan Partai Komunis Cina, yang mencerminkan sifat, fungsi dan tradisi tentara, dan merupakan kunci untuk meningkatkan kekuatan tempur tentara.
Pedoman mencatat bahwa pembinaan tentara dengan nilai-nilai inti harus menjadi tujuan dasar untuk mengembangkan budaya militer canggih, dan menyerukan untuk lebih menghasilkan budaya utama yang dekat dengan kehidupan tentara dalam rangka memenuhi tuntutan rohani dan profesionalitas tentara.
|