|
Komunitas Muslim Australia (Foto: ABC News/Reuters)
INTELIJEN.co.id - Seorang pemimpin komunitas Muslim Australia menyambut baik pernyataan Direktur Jenderal badan intelijen Australia (ASIO), David Irvine, bahwa perlu merekrut lebih banyak mata-mata dari komunitas Muslim Australia.
Ahmed Kilani, dari Muslimvillage.com, menyambut baik pernyataan Irvine, tetapi menyerukan ASIO untuk lebih terbuka dalam menjalin hubungan dengan komunitas Muslim.
Dia mengatakan bahwa hubungan antara komunitas Muslim dan badan intelijen, tidak menentu sejak serangan 11 September (tragedi penabrakan pesawat ke gedung Word Trade Center di New York, AS, tahun 2001 yang diduga dilakukan kelompok al Qaida).
"Meskipun 10 tahun kemudian, kami menyambut baik pernyataan, tapi saya juga berpikir akan ada banyak kecurigaan dalam komunitas Muslim karena keterlibatan ASIO dengan mereka dengan cara yang sangat rahasia, cara yang tidak resmi, yang akan menyebabkan banyak kecurigaan dan ketidakpercayaan atas apa yang terjadi di masa lalu," katanya.
Kilani menambahkan bahwa pendekatan baru ASIO ini masih belum di dengar oleh seluruh komunitas Muslim Australia.
"Kita mendengar pertama kali pendekatan ini melalui berita media berita, dan belum ada dalam komunitas Muslim mendengar mengenai pendekatan ini, katanya, yang menambahkan bahwa perlu dilihat dulu perubahan nyata dari pernyataan Irvine.
"Meskipun saya menyambut apa yang dia katakan, benar-benar kita perlu melihat perubahan nyata dalam pendekatan untuk itu memiliki kredibilitas," kata Kilani.
Direktur jenderal Australian Security Intelligence Organisation (ASIO), David Irvine, dalam sebuah pidato publik yang jarang dilakukan, di Sydney Institute, Rabu, 25 Januari 2012, membuat pernyataan perlu lebih banyak merekrut mata-mata dari komunitas Muslim.
"ASIO perlu merekrut lebih banyak orang dari dalam komunitas-komunitas migran kami yang baru tiba. Ini adalah kebutuhan untuk ASIO untuk mengembangkan jangkauan yang lebih baik ke dalam masyarakat kami yang berbeda etnis, khususnya komunitas Muslim Australia," katanya, sambil menegaskan pesan bahwa yang dilawan ASIO adalah terorisme, bukan Islam. (baca: Badan Intelijen Australia, Rekrut Mata-mata Muslim).
|