Kamis, 23/02/2012 07:33 WIB

Intelijen

Home Warta Pemberontakan Tentara di PNG, Buntut Konflik Politik
Pemberontakan Tentara di PNG, Buntut Konflik Politik
Kamis, 26 Januari 2012 13:36

Perdana Menteri terguling, Sir Michael Somare (kiri), dan Perdana Menteri yang bertahan, Peter O'Neil. (Foto: The Daily Star)Perdana Menteri terguling, Sir Michael Somare (kiri), dan Perdana Menteri yang bertahan, Peter O'Neil. (Foto: The Daily Star)

INTELIJEN.co.id - Seorang sumber senior di angkatan pertahanan Papua New Guinea (PNG) mengatakan kepada ABC News, bahwa sekelompok tentara telah mengalahkan penjaga di markas Taurama sekitar pukul 03.00 hari ini, Kamis, 26 januari 2012.

Mereka mengambil tawanan panglima angkatan bersenjata PNG, Brigadir Jenderal Fransiskus Agwi, kemudian memindahkannya ke Barak Murray dalam tahanan rumah. (baca: Tentara Lancarkan Pemberontakan di PNG)

Peristiwa itu, yang dikatakan oleh pemimpin tentara, Kolonel Yaura Sasa, sebagai langkah "memulihkan integritas dan menghormati konstitusi dan peradilan" adalah buntut dari konflik politik di PNG sejak Agustus tahun lalu.

Panglima angkatan bersenjata yang ditawan, Fransiskus Agwi, mengakui Peter O'Neill (yang menggantikan Sir Michael Omare), sebagai menteri perdana yang sah negara itu.

Sir Michael digulingkan sebagai perdana menteri dan digantikan oleh O'Neill pada Agustus 2011
setelah kursinya dinyatakan kosong saat ia menjalani perawatan medis di Singapura.

Bulan Desember 2011 lalu, Mahkamah Agung PNG memerintahkan pengembalian jabatan Sir Michael sebagai perdana menteri dan sebagai anggota parlemen.

Tetapi meskipun ada perintah Mahkamah Agung, Peter O'Neill tetap efektif menjalankan jabatan perdana menteri dengan dukungan dari birokrasi pemerintahan, kepolisian, angkatan pertahanan dan sebagian besar anggota parlemen negara itu.

Menanggapi pemberontakan ditubuh tentara sebagai dampak konflik politik tersebut, mantan panglima angkatan pertahanan PNG, Jenderal Jerry Singirok, seperti dilansir ABC news, mengatakan bahwa para politisi harus memilih sendiri jalan keluar untuk mengakhiri pemberontakan di tubuh tentara.

"Saya baru saja menelepon jurubicara parlemen, Jeffrey Nape, untuk mengadakan sidang parlemen, dan
O'Neill dan kelompok Belden Namah datang dan menyelesaikan masalah ini di parlemen dengan Sir Michael Somare dan kelompoknya. Saya pikir itu satu-satunya cara bahwa kita dapat menyelesaikan ini," katanya.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner