|
Menteri Intelijen Iran, Heidar Moslehi (Foto: IRNA)
INTELIJEN.co.id - Embargo Barat pada minyak Iran, tidak akan efektif dan bukanlah ancaman terhadap Republik Islam. Sebaliknya hal itu dianggap sebagai sebuah kesempatan oleh Teheran.
Menteri Intelijen Iran, Heidar Moslehi, mengatakan pada Senin malam di Isfahan, seperti dilaporkan kantor berita Irna, Selasa, 24 Januari 2012.
"Sanksi Barat itu tidak efektif terhadap pembentukan Islam, dan bukanlah ancaman bagi bangsa Iran, sebaliknya menjadi kesempatan, kata Moslehi, yang menambahkan bahwa di dunia sekarang ini, situasi ekonomi Uni-Eropa tidak akan mengizinkan untuk membuat tekanan ekonomi yang serius terhadap Teheran dengan menyetujui embargo.
Dia mencatat bahwa kekuatan hegemonik berusaha untuk menginduksi kekecewaan di Iran dengan menyetujui sanksi, tetapi pembunuhan ilmuwan Iran sebelumnya oleh kekuatan intelijen membuktikan bahwa embargo akan sia-sia dan tidak bisa mengubah kemajuan Teheran ke depan.
Diingatkan juga tentang plot musuh untuk men-destabilisasi Iran pada kesempatan pemilihan Parlemen Iran, 2 Maret 2012 mendatang. Namun, Moslehi menambahkan bahwa Republik Islam akan mengalahkan semua plot bermusuhan.
"Musuh berusaha untuk membatasi pengaruh regional Teheran dengan mengkaitkan ke masalah internal, tetapi Republik Islam akan melanjutkan peran inspirasi ke arah dunia Muslim dan dukungannya untuk kebangkitan Islam populer di wilayah ini," ia menggarisbawahi.
Uni-Eropa, pada Senin, 23 Januari 2012, mengesahkan larangan impor minyak dari Iran, dan setuju untuk membekukan aset Bank Sentral Iran, bergabung dengan tindakan yang ditetapkan sebelumnya oleh Amerika Serikat. Sanksi, akan sepenuhnya ditegakkan pada 1 Juli.
Perkembangan itu, memunculkan kekhawatiran semakin memburuknya situasi politik regional dan ekonomi global, khususnya dengan meningkatnya harga minyak dunia.
|