|
Selasa, 24 Januari 2012 16:20 |
|
Phobos-Grunt (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Rusia berencana untuk melakukan peluncuran ulang pesawat penelitian ruang angkasa ke Mars, yang mengalami kegagalan beberapa waktu lalu.
Peluncuran pesawat penelitian ruang angkasa ke Mars penelitian harus diulang. Usulan ini tidak hanya mendukung kepentingan ilmu pengetahuan, tetapi juga beberapa pertimbangan bahwa kegagalan harus diatasi dengan langkah baru dan kemenangan baru, kantor berita Itar-Tass melaporkan, mengutip pernyataan Direktur Institut Penelitian Luar Angkasa Russian Academy of Sciences (RAS), Zeleny Lev, Selasa, 24 Januari 2012.
RAS mengirim surat kepada Badan Antariksa Federal (Roscosmos) dengan mendesak bahwa proyek Phobos Grunt adalah khas.
"Sejumlah besar pekerjaan telah dilakukan untuk proyek tersebut, ilmuwan dan desainer telah melakukan pekerjaan dan memperkenalkan inovasi. Kita tidak bisa menolak perkembangan atas kegagalan Phobos Grunt," komentar Zeleny pada surat itu.
Menurutnya, semua lembaga antariksa melakukannya. Ia menegaskan bahwa proyek itu adalah tetap tradisi Rusia di mana kegagalan harus diatasi dengan usaha ambisius baru yang sukses.
Ilmuwan itu juga mencatat bahwa keputusan tentang misi berikutnya harus dibuat tahun ini, untuk misi yang akan dilaksanakan pada 2018.
Phobos-Grunt, pesawat penelitian ruang angkasa Rusia terbesar yang pernah dibuat Roscomos, jatuh di Lautan Pasifik pada Minggu, 15 Januari 2012. Proyek peluncuran, membawa misi pendaratan di Mars dan mengambil sejumlah sampel batuan dan tanah dari planet itu untuk diteliti di laboratorium bumi.
Sebuah radar Amerika Serikat di Samudera Pasifik disebutkan telah memicu kegagalan pengorbitan Phobos Grunt, meski tidak ada komentar resmi dari Rusia maupun AS sendiri terkait dugaan ini. (baca: Radar AS, Picu Jatuhnya Satelit Phobos Rusia )
|