|
Selasa, 24 Januari 2012 14:24 |
|
Foto: AFTONBLADET/REUTERS
INTELIJEN.co.id - Tersangka teroris berkebangsaan Lebanon-Swedia yang ditangkap di Thailand, mengatakan bahwa bahan peledak yang ditemukan di gudang penyimpanan yang disewanya dipinggiran kota Bangkok, adalah bukan miliknya. Ia menduga bahan peledak itu ditempatkan oleh Mossad, media Swedia Aftonbladet melaporkan, Senin, 23 Januari 2012.
Kepada Aftonbladet Hussein mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Muslim Syiah dan cenderung ke kiri secara politis. Dia pindah ke Swedia pada tahun 1989, kembali ke Lebanon pada tahun 2005 dan mengurusi sebuah bisnis ekspor di Thailand.
Saat diwawancara, ia mengaku tidak bersalah atas kepemilikan bahan peledak yang ditemukan polisi. Dia mengakui ada amonium dalam kemasan barang-barang yang akan dieskpor, namun menurutnya ada orang lain, mungkin Mossad, menaruh di sana.
"Saya benar-benar tidak bersalah atas tuduhan kejahatan teroris. Banyak dari bahan yang ditemukan polisi telah ditempatkan di sana, mungkin oleh dinas rahasia Israel Mossad," katanya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Aftonbladet di tahanan di Bangkok.
Polisi Thailand menangkap Hussein di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Jumat malam, 13 Januari 2012. Polisi berhasil menemukan dan menyita bahan peledak di sebuah gedung sewaan di Distrik Muang pinggiran kota Bangkok, Provinsi Samut Sakhon. (baca: Bom Direncanakan untuk Sasaran Overseas)
|