|
Foto: Itoday
INTELIJEN.co.id - Sementara Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan pertemuan dengan para Menteri dan Kepala Daerah dari seluruh Indonesia, sejumlah tokoh nasional juga mengadakan pertemuan di kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membahas berbagai masalah dan isu yang sedang berkembang di Indonesia.
Dilaporkan situs berita www.itoday.co.id, tokoh-tokoh yang hadir di antaranya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Martinus Situmorang, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Politisi Senior Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Menteri Fahmi Idris, mantan Ketua MK Jimly Ashiddiqie, Politisi Hanura Wiranto dan Fuad Bawazier.
Selain itu tokoh Agama Franz Magnis Suseno, Politisi Partai Nasdem Harry Tanoesoedibyo, Aktivis Senior Harry Tjan Silalahi dan pengusaha Sofyan Wanandi juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, selaku tuan rumah dalam acara tersebut mengatakan, bahwa silaturrahmi nasional ini diadakan untuk mencari solusi berbagai persoalan bangsa.
“Tema problematika diambil karena terlalu banyak problematika di Indonesia ini. Problematika semakin banyak dan semakin tumbuh, sementara solusinya belum ada,” kata Din, dihadapan para tokoh nasional, di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis, 19 januari 2012.
Pada pertemuan tersebut, para tokoh nasional secara bergantian menyampaikan pandangan tentang masalah bangsa dan solusi, salah satunya yang disampaikan Politisi Partai Hanura Wiranto, yang menyampaikan bahwa pemimpin negara dan pemerintah harus berani menyelesaikan masalah bangsa dan negara yang ada saat ini.
“Harus ada keberanian dari presiden, menteri, gubenur, dan para wakil rakyatnya untuk meninggalkan pengurus politik dan fokus sebagai wakil rakyat untuk membela rakyat,” kata Wiranto.
Lain lagi dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashiddiqie, yang menyoroti soal hukum, menurutnya, persoalan mendasar yang kita hadapi sekarang ini adalah soal penegakan hukum.
“Jadi kebebasan demokrasi yang kita nikmati sekarang ini tidak diimbangi dengan penegakan hukum maka itu tidak ada gunanya,” ungkap Jimly yang juga mantan anggota dewan pertimbangan Presiden.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai sekarang ini memang kehilangan keteladanan dan timbul ketidakpatuhan masyarakat akibat persoalan kepemimpinan.
“Autopilot kadang-kadang baik, tidak selalu buruk. Karena kadangkala rakyatnya tidak perlu dipimpin. Meski begitu, harapan rakyat kalau tidak dipenuhi pemimpin bisa menimbulkan kemarahan," tegas Jusuf Kalla.
Namun demikian Jusuf Kalla menilai, bahwa persoalan dari negeri ini adanya ketidakadilan, baik ketidakadilan ekonomi, sosial, pemerataan atau lainnya. menurutnya tidak ada masalah bangsa yang tidak selesai.
“Ini pengalaman masa lalu lima tahun lalu (saat menjadi wapres),” Pungkas Ketua Palang Merah Indonesia itu.
|