|
Foto: Wikimedia
INTELIJEN.co.id - Kelompok radikal yang mengungkapkan kemarahan orang-orang tertindas, tidak hanya bisa dikritik. Golongan moderat perlu menawarkan cara alternatif yang membolehkan golongan tertindas melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan mereka.
Mantan Direktur Intelijen Nasional (DNI) Amerika Serikat, Laksamana (Purn) Dennis C. Blair, mengatakan hal itu, Kamis, 19 Januari 2012, saat berbicara dalam International Conference on the Global Movement of Moderates (ICGMM) di Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dilaporkan Bernama.
"Golongan moderat tidak hanya bisa menasehati mereka untuk bersikap wajar dan menahan diri. Golongan moderat perlu menawarkan cara alternatif yang akan membolehkan golongan yang tertindas melakukan sesuatu yang dapat mengubah keadaan mereka," katanya.
Blair percaya bahwa golongan moderat dapat menawarkan cara positif kepada kelompok radikal untuk memperbaiki kehidupan mereka, selaras dengan prinsip-prinsip moderasi.
Blair, mengatakan, prinsip-prinsip termasuk menghormati martabat dan kebebasan manusia, realisme, dan pegangan agama yang layak diperjuangkan. Dan ia menambahkan bahwa itu selaras daya tarik aksi kelompok radikal demi komitmen menyeluruh bagi keberanian, pengorbanan dan upaya berkelanjutan.
"Ini amat penting untuk kelompok radikal dari segi moral dan peluangnya untuk berhasil membawa kehidupan lebih baik bagi golongan tertindas," katanya.
Blair mengatakan cara moderat positif ini tergali dari peristiwa "Arab Spring", kemenangan terbaru dalam serangkaian kemenangan gerakan non-kekerasan yang telah dimulai pada zaman Mahatma Gandhi di India, Martin Luther King di Amerika Syarikat, dan Nelson Mandela di Afrika Selatan.
Dia mengatakan, sebuah studi menunjukkan, bahwa 70 persen dari 67 transisi kekuasaan di negara-negara otokratis yang telah berhasil, rata-rata dengan prinsip non-kekerasan.
"Dari 47 negara di mana non-kekerasan berhasil, 66 persen memperoleh kebebasan beberapa tahun kemudian. Sedangkan 20 negara yang melibatkan kekerasan besar-besaran, hanya 20 persen yang bebas. Tanpa kekerasan jelas berhasil dan membawa kemenangan berkelanjutan yang lebih baik," katanya.
Dengan demikian, kata Blair, kaum moderat harus dan bisa menawarkan bantuan praktis kepada mereka yang ingin memperbaiki kondisi mereka, melalui cara non-kekerasan.
"Saya percaya kita golongan moderat memiliki agenda untuk aksi yang lebih berani, realistis, menghormati pihak lain, dan lebih baik daripada yang ditawarkan kelompok radikal," katanya.
|