|
Warga Israel di Thailand (Foto: Israel National News)
INTELIJEN.co.id - Kelompok warga Israel di Thailand terus bersiaga, menyusul tertangkapnya teroris berkebangsaan Lebanon-Swedia di negara itu.
Rabi Nehemia Wilhelm dari Chabad-Lubavitch di Bangkok berbicara kepada Israel National News , Kamis 19 januari 2012, di tengah ketegangan keamanan baru-baru di Thailand.
Seorang tersangka teroris berkebangsaan Lebanon-Swedia, Atris Hussen, ditangkap polisi Thailand di Bandara Internasional Suvarnabhumi Jumat malam lalu, 13 Januari 2012.
Pihak berwenang Thailand berhasil menyita 400 kotak bahan kimia yang diduga untuk membuat bom. Kepada penyidik penyidik polisi, Atris Hussen menyatakan bahwa serangan bom direncanakan untuk target overseas, dan tidak untuk Thailand. (baca: Tersangka Teroris di Thailand: Bom Direncanakan untuk Sasaran Overseas)
Biro Kontra-terorisme Israel, kemudian mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Thailand. Dikatakan bahwa ada kemungkinan sebuah serangan dari teroris terhadap turis Israel di Bangkok.
"Sekitar sepuluh hari lalu, kami menerima peringatan dari pemerintah Israel dan otoritas Thailand terkait keberadaan kelompok teror di sini. Kami, tentu saja, memperkuat keamanan di dan sekitar Chabad House," kata Rabi Wilhelm.
Dia menambahkan bahwa sejak peringatan itu dikeluarkan, Chabad House di Bangkok telah melihat lebih banyak pelancong Israel datang ke tempatnya, tidak hanya untuk mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga karena mereka merasa lebih aman di Chabad House.
Rabi Wilhelm mencatat bahwa peningkatan keamanan telah berlangsung sejak serangan teror 2008 pada gedung Chabad di Mumbai, India. Saat ini, katanya, seorang penjaga keamanan Israel ditempatkan di gedung Chabad Bangkok, dan pihak berwenang Thailand juga meningkatkan kehadiran secara intensif.
"Kita semua berharap bahwa setelah pihak berwenang Thailand mampu menangkap salah satu anggota kelompok teror, salah seorang teroris yang lain (diperkirakan berhasil meninggalkan Thailand) ada dibelakang kami," katanya.
|