|
Fot: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Cina menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Teluk Persia, dengan mengatakan bahwa situasi itu dapat menimbulkan masalah bagi penyelesaian masalah nuklir Iran.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina, Liu Weimin, membuat komentar tersebut pada konferensi pers reguler di Beijing, Kamis, 19 Januari 2012, dalam menanggapi komentar terakhir yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, dan Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, seperti dilaporkan Xinhua.
Ehud Barrack, pada Rabu, 18 Januari 2012, mengatakan bahwa Israel "sangat jauh" dari keputusan menyerang program nuklir Iran.
Barak mengatakan hal itu saat berbicara di Radio Angkatan Darat Israel menjelang rencana kunjungan Kepala Staf Umum angkatan bersenjata AS, Martin Dempsey, pada minggu ini. Kedatangan Dempsey memicu spekulasi Washington akan menekan Israel untuk menunda setiap aksi terhadap program nuklir Iran.
Sementara, Leon Panetta, mengatakan pada hari yang sama di Washington, bahwa militer AS sepenuhnya siap untuk menangani setiap ancaman oleh Iran untuk menutup Selat Hormuz. AS kata mantan Direktur CIA itu, tidak mengambil "langkah-langkah khusus" pada saat ini. (baca: Militer AS Sepenuhnya Siap Hadapi Ancaman Iran)
Liu, dalam konferensi persnya mengatakan bahwa beberapa negara Barat baru-baru ini memperketat sanksi sepihak terhadap Iran, yang telah meningkatkan ketegangan banyak negara dan Iran.
Cina meyakini bahwa perbedaan antara negara-negara harus ditangani melalui dialog dan negosiasi, kata Liu. Dia mencatat bahwa sanksi, tekanan dan ancaman militer tidak dapat menyelesaikan masalah, tetapi hanya dapat memperburuk situasi.
"Kami berharap pihak-pihak terkait akan tetap tenang, rasional dan terkendali, dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Teluk," kata Liu.
Sebelumnya, Cina juga menekankan kepada pihak-pihak terkait untuk peningkatan upaya diplomatik bagi pemecahan jangka panjang yang komperehensif dan tepat mengenai perluasan program nuklir Iran. (baca: Cina Minta Tingkatkan Upaya Diplomatik Masalah Nuklir Iran)
|